Simulasi CAT – Pelaksanaan SKD Poltekimipas 2026 di Ambon berlangung lancar dan aman.
Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan calon taruna dan taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) Tahun Anggaran 2026 di Ambon berlangsung pada 26–27 September 2026.
Ujian dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Ambon dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pelaksanaan tersebut melibatkan panitia seleksi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), serta pihak UPT BKN Ambon.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah prosedur diterapkan mulai dari registrasi, pemeriksaan dokumen, pemeriksaan keamanan, hingga peserta memasuki ruang CAT. Rangkaian tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh peserta mengikuti prosedur yang sama dan pelaksanaan ujian berlangsung sesuai ketentuan.
SKD Poltekimipas 2026 di Ambon Digelar Selama Dua Hari
Pelaksanaan SKD Poltekimipas di UPT BKN Ambon berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu, 26 September dan Minggu, 27 September 2026. Setiap peserta mengikuti ujian sesuai sesi yang telah ditentukan panitia.
Sebelum masuk ke ruang ujian, peserta harus melalui beberapa tahapan. Berdasarkan laporan pelaksanaan di Ambon, proses tersebut mencakup pengaturan area parkir, pemeriksaan kelengkapan dokumen dan registrasi, pemberian PIN registrasi, hingga penitipan barang bawaan pada loker yang disediakan.
Setelah itu, peserta menjalani pemeriksaan menggunakan metal detector sebelum diarahkan menuju area steril.
Di area tersebut, peserta memperoleh tutorial mengenai penggunaan sistem CAT. Setelah memahami prosedur pengerjaan, peserta kemudian diarahkan menuju CAT Station untuk mengikuti ujian.
Rangkaian ini menunjukkan bahwa proses seleksi tidak langsung dimulai ketika peserta duduk di depan komputer. Terdapat sejumlah prosedur keamanan dan verifikasi yang harus dilewati terlebih dahulu.
Menggunakan Computer Assisted Test BKN
SKD Poltekimipas 2026 dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT.
Sistem CAT memungkinkan pelaksanaan ujian dilakukan menggunakan komputer dengan mekanisme yang terstandar. Penggunaan sistem ini juga memungkinkan hasil ujian peserta diketahui setelah menyelesaikan tes sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Dalam pelaksanaan seleksi Poltekimipas di berbagai daerah, BKN menjadi bagian penting dalam penyediaan lokasi dan sistem CAT. Pengawasan terhadap pelaksanaan juga dilakukan bersama unsur Kemenimipas dan panitia daerah.
Kemenimipas sebelumnya menegaskan bahwa seleksi Poltekimipas 2026 dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya. Selain SKD, rangkaian seleksi juga mencakup seleksi administrasi dan seleksi lanjutan.
Ada Pemeriksaan Sebelum Peserta Masuk Ruang Ujian
Salah satu bagian penting dari pelaksanaan SKD adalah pemeriksaan sebelum peserta masuk ke ruang ujian.
Di Ambon, peserta harus melalui pemeriksaan dokumen dan registrasi terlebih dahulu. Setelah mendapatkan PIN, barang bawaan peserta dititipkan di loker yang telah disediakan.
Peserta kemudian melewati pemeriksaan menggunakan metal detector sebelum memasuki area steril.
Prosedur tersebut memiliki fungsi penting dalam menjaga keamanan ruang ujian. Dengan adanya area steril, peserta tidak membawa barang yang tidak diperbolehkan ke dalam ruang CAT.
Mekanisme semacam ini juga diterapkan dalam pelaksanaan SKD Poltekimipas di daerah lain.
Misalnya, pada pelaksanaan SKD di Batam, Inspektur Jenderal Kemenimipas melakukan pengawasan langsung terhadap pemeriksaan sarana dan prasarana, pembukaan segel ruang ujian, registrasi, serta pemeriksaan peserta. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan ruang ujian steril dan bebas dari praktik perjokian maupun intervensi.
Pengawasan Melibatkan Berbagai Pihak
Transparansi dalam seleksi tidak hanya bergantung pada penggunaan komputer.
Pengawasan juga dilakukan melalui keterlibatan beberapa pihak dalam proses pelaksanaan.
Di Ambon, pelaksanaan SKD mendapat pengawasan dari perwakilan BPSDM Kemenimipas, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, panitia seleksi, serta UPT BKN Ambon.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memungkinkan pelaksanaan seleksi dipantau dari beberapa sisi.
Pihak Kemenimipas dapat mengawasi proses penerimaan sesuai ketentuan instansi, sementara BKN berperan dalam pelaksanaan sistem CAT dan aspek teknis ujian.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga proses seleksi tetap objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peserta dengan Skor Tertinggi di Ambon
Pelaksanaan SKD selama dua hari di Ambon juga menghasilkan sejumlah perolehan nilai yang dicatat oleh panitia.
Pada pelaksanaan hari pertama, 26 September 2026, Airlangga Mahaputra Sulaiman memperoleh skor 427. Nilai tersebut menjadi skor tertinggi pada pelaksanaan hari pertama di UPT BKN Ambon.
Sementara itu, pada pelaksanaan hari kedua, 27 September 2026, Nadia Amania Gimalaha memperoleh skor 415 dan menjadi perolehan tertinggi pada hari kedua.
Keduanya menyampaikan bahwa hasil tersebut menjadi motivasi untuk menghadapi tahapan seleksi berikutnya.
Perlu diperhatikan bahwa skor tertinggi dalam suatu lokasi atau hari pelaksanaan bukan berarti otomatis menunjukkan kelulusan akhir. Peserta masih harus mengikuti mekanisme penentuan hasil SKD dan tahapan seleksi berikutnya sesuai ketentuan Poltekimipas.
Transparansi Tidak Hanya Berarti Nilai Ujian
Istilah transparansi dalam seleksi sering kali dikaitkan dengan hasil CAT.
Namun, transparansi sebenarnya mencakup rangkaian proses yang lebih luas.
Dalam pelaksanaan SKD, peserta perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai:
- jadwal dan lokasi ujian;
- prosedur registrasi;
- tata tertib;
- mekanisme pemeriksaan;
- penggunaan sistem CAT;
- hasil ujian;
- serta tahapan seleksi selanjutnya.
Di Ambon, prosedur mulai dari pemeriksaan dokumen, pemberian PIN, penitipan barang, pemeriksaan metal detector, tutorial CAT, hingga masuk ke CAT Station dilakukan secara berurutan.
Rangkaian tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana prosedur operasional diterapkan sebelum peserta mengikuti ujian.
Kemenimipas Tegaskan Seleksi Tanpa Biaya
Selain transparansi proses, aspek biaya juga menjadi perhatian dalam penerimaan Poltekimipas.
Dalam pengumuman penerimaan 2026, Kemenimipas menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya. Penerimaan tahun ini menyediakan 375 formasi untuk peserta umum dan afirmasi serta 30 formasi bagi PNS di lingkungan Kemenimipas, sehingga total kebutuhan peserta didik mencapai 405 orang.
Kemenimipas juga memperingatkan masyarakat mengenai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Kelulusan peserta ditentukan berdasarkan hasil dan prestasi peserta sesuai mekanisme seleksi. Panitia menyatakan bahwa pihak yang menjanjikan kelulusan dapat dikategorikan sebagai penipuan, sementara peserta yang memberikan sesuatu untuk memengaruhi proses seleksi dapat dikenai konsekuensi sesuai ketentuan.
Pengawasan Juga Dilakukan di Daerah Lain
Pelaksanaan di Ambon merupakan salah satu bagian dari rangkaian SKD Poltekimipas yang diselenggarakan di berbagai lokasi.
Di Sulawesi Tengah, misalnya, Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengawal pelaksanaan SKD CAT Poltekimipas di UPT BKN Palu pada 26 September 2026. Sebanyak 65 peserta mengikuti ujian yang terbagi dalam dua sesi.
Pengawasan di Palu juga melibatkan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah, UPT BKN Palu, panitia daerah, dan pengawas pelaksanaan.
Sementara itu, di Batam, Inspektur Jenderal Kemenimipas melakukan pemeriksaan langsung terhadap ruang ujian dan proses registrasi. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada joki atau intervensi pihak luar.
Di Sulawesi Utara, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi juga menyatakan bahwa pelaksanaan SKD penerimaan calon taruna dan taruni Poltekimipas berlangsung tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.
Pola pengawasan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan seleksi dilakukan melalui koordinasi antara Kemenimipas dan BKN di berbagai daerah.
Poltekimipas 2026 Membuka 405 Formasi
Pelaksanaan SKD merupakan salah satu tahapan dari penerimaan Poltekimipas 2026.
Berdasarkan pengumuman resmi Kemenimipas, kebutuhan peserta didik tahun 2026 mencapai 405 orang.
Sebanyak 375 formasi ditujukan untuk peserta umum dan afirmasi. Selain itu, tersedia 30 formasi untuk PNS di lingkungan Kemenimipas.
Formasi tersebut tersebar dalam enam program studi Diploma IV, yaitu:
- D4 Teknik Pemasyarakatan;
- D4 Manajemen Pemasyarakatan;
- D4 Bimbingan Kemasyarakatan;
- D4 Hukum Keimigrasian;
- D4 Administrasi Keimigrasian;
- D4 Manajemen Teknologi Keimigrasian.
Seleksi dilakukan melalui seleksi administrasi, SKD, serta seleksi lanjutan. Tahap lanjutan mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengamatan fisik, kesamaptaan, psikologi, wawancara, serta keterampilan. Seluruh tahapan menggunakan sistem gugur.
Setelah SKD Masih Ada Tahapan Berikutnya
Peserta yang telah mengikuti SKD belum dapat langsung dianggap menyelesaikan seluruh proses penerimaan.
Poltekimipas masih memiliki sejumlah tahapan lanjutan yang harus dilewati peserta sesuai ketentuan.
Seleksi kesehatan digunakan untuk memeriksa kondisi kesehatan peserta. Kesamaptaan berkaitan dengan kemampuan fisik, sementara tes psikologi dan wawancara digunakan sebagai bagian dari penilaian pada tahap berikutnya.
Karena itu, peserta yang telah menyelesaikan SKD perlu segera mempersiapkan diri untuk tahapan lanjutan jika dinyatakan memenuhi ketentuan untuk melanjutkan.
Apa yang Bisa Dipelajari Peserta dari Pelaksanaan SKD di Ambon?
Pelaksanaan SKD Poltekimipas di Ambon memberikan gambaran mengenai prosedur yang perlu diantisipasi peserta.
Pertama, peserta perlu memastikan dokumen telah lengkap sebelum datang ke lokasi.
Kedua, peserta harus mengikuti seluruh prosedur pemeriksaan yang ditetapkan panitia.
Ketiga, peserta perlu memahami tata cara penggunaan CAT sebelum ujian dimulai.
Keempat, peserta harus mengandalkan kemampuan sendiri karena ruang ujian dijaga melalui berbagai prosedur keamanan.
Kelima, peserta perlu memahami bahwa SKD bukan akhir dari proses seleksi.
Persiapan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dengan berlatih soal.
Pelaksanaan SKD Menjadi Bagian dari Penguatan Integritas Seleksi
Pelaksanaan SKD Poltekimipas 2026 di Ambon menunjukkan bagaimana seleksi berbasis CAT disertai dengan prosedur keamanan dan pengawasan berlapis.
Peserta menjalani pemeriksaan dokumen, registrasi, pemberian PIN, penitipan barang, pemeriksaan metal detector, tutorial CAT, hingga pelaksanaan ujian di CAT Station. Pengawasan juga melibatkan unsur Kemenimipas dan BKN.
Model pelaksanaan serupa juga terlihat di daerah lain, seperti Palu dan Batam, dengan keterlibatan panitia daerah, BKN, serta jajaran Kemenimipas.
Bagi peserta, hal tersebut berarti persiapan tidak cukup hanya dengan menguasai materi ujian. Kesiapan administratif, kedisiplinan mengikuti prosedur, dan pemahaman terhadap tata tertib juga menjadi bagian penting dari proses seleksi.
Pada akhirnya, pelaksanaan SKD Poltekimipas 2026 di Ambon menjadi salah satu contoh penyelenggaraan seleksi berbasis CAT yang menempatkan prosedur, pengawasan, dan integritas sebagai bagian dari proses penerimaan calon taruna dan taruni.
Sumber: humas kanwil ditjenpas maluku
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
