Simulasi CAT – Berikut informasi terkait pembahasan atas RUU Statistik.
Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Statistik kembali menjadi perhatian. Salah satu isu yang mengemuka dalam pembahasan tersebut adalah kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) statistik yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, metode pengolahan data, dan semakin beragamnya sumber data.
Persoalan tersebut menjadi penting karena statistik tidak lagi hanya berkaitan dengan pengumpulan angka melalui sensus dan survei. Perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai sumber data baru, mulai dari data administrasi hingga big data, yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi statistik.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja RUU tentang Statistik Komisi X DPR RI pada 22 September 2026, Direktur Politeknik Statistika STIS, Yunarso Anang, Ph.D., menjadi salah satu narasumber yang memberikan masukan mengenai pembahasan RUU tersebut. Rapat tersebut memang secara khusus menghadirkan sejumlah pihak untuk memberikan masukan terhadap RUU Statistik.
RUU Statistik dan Tantangan Perubahan Ekosistem Data
Penyusunan RUU Statistik berlangsung di tengah perubahan besar dalam ekosistem data. Kebutuhan terhadap data yang cepat, beragam, dan berkualitas semakin meningkat seiring dengan penggunaan data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya juga telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Panja RUU Statistik pada Juli 2025. Dalam kegiatan tersebut, BPS menekankan bahwa undang-undang statistik yang baru perlu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi.
Masukan dalam FGD tersebut tidak hanya datang dari pemerintah. Perwakilan mahasiswa dari Polstat STIS, ITB, dan IPB University turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya peningkatan kualitas, keterbukaan akses data, partisipasi masyarakat, serta penerapan prinsip-prinsip statistik internasional.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pembahasan RUU Statistik berkaitan dengan pertanyaan yang lebih luas: bagaimana sistem statistik nasional dapat tetap relevan ketika jenis dan volume data terus berkembang?
Kebutuhan SDM Statistik Semakin Kompleks
Salah satu tantangan utama dalam perkembangan statistik adalah ketersediaan tenaga yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Pengelolaan data modern membutuhkan kombinasi kemampuan statistik, matematika, komputasi, metodologi, pengelolaan data, serta pemahaman terhadap konteks sosial dan ekonomi.
Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika lembaga statistik mulai berhadapan dengan sumber data yang tidak seluruhnya berasal dari survei konvensional.
Data administrasi, data transaksi, data digital, hingga big data dapat memiliki karakteristik yang berbeda. Masing-masing membutuhkan pendekatan pengolahan, validasi, integrasi, dan analisis yang sesuai.
Karena itu, kebutuhan SDM statistik tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga yang tersedia, tetapi juga kompetensi yang dimiliki.
Peran Polstat STIS dalam Menyiapkan SDM Statistik
Politeknik Statistika STIS memiliki posisi penting dalam konteks tersebut karena institusi ini secara khusus menyelenggarakan pendidikan di bidang statistik.
Dalam Laporan Kinerja 2025, Politeknik Statistika STIS menjelaskan bahwa lulusan STIS dibekali kompetensi teknis yang mencakup metodologi sensus dan survei, pengolahan dan manajemen data statistik, analisis statistik sosial dan ekonomi, serta komputasi statistik. Lulusan tersebut ditempatkan di lingkungan BPS pusat maupun daerah untuk mendukung kegiatan statistik nasional.
Dengan perkembangan sumber data yang semakin kompleks, kompetensi tersebut perlu terus berkembang.
Kemampuan statistik konvensional tetap diperlukan, tetapi perlu dilengkapi dengan kemampuan mengelola teknologi dan sumber data baru. Inilah salah satu alasan mengapa pembahasan mengenai SDM menjadi relevan dalam konteks perubahan regulasi statistik.
Tidak Hanya Persoalan Jumlah, tetapi Juga Kompetensi
Ketika membicarakan kekurangan SDM statistik, persoalan yang perlu diperhatikan bukan sekadar berapa banyak tenaga statistik yang tersedia.
Kualitas dan kesesuaian kompetensi juga menjadi faktor penting.
Seorang tenaga statistik pada era digital perlu memahami bagaimana data diperoleh, bagaimana kualitasnya diuji, bagaimana data digabungkan dengan sumber lain, hingga bagaimana hasil analisis dikomunikasikan kepada pengguna.
Kemampuan tersebut menjadi penting karena statistik pada akhirnya tidak hanya menghasilkan angka.
Statistik digunakan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi masyarakat dan perekonomian. Hasil statistik kemudian dapat menjadi bahan dalam penyusunan program pemerintah maupun evaluasi kebijakan.
Dengan demikian, kualitas SDM akan berpengaruh terhadap kemampuan sistem statistik dalam menghasilkan informasi yang dapat digunakan secara tepat.
Tantangan Big Data dalam Statistik Nasional
Isu SDM juga tidak dapat dipisahkan dari perkembangan big data.
Beberapa hari setelah RDPU Panja RUU Statistik, anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru menyoroti kesiapan BPS dalam mengelola sumber data yang semakin besar dan kompleks.
Ia mempertanyakan kesiapan BPS dalam mengintegrasikan hasil sensus, data administrasi, sumber data baru, hingga big data dari berbagai platform digital. Ia juga menyoroti jumlah dan persebaran tenaga statistik di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah yang dinilai belum merata.
Masukan tersebut menunjukkan bahwa tantangan statistik nasional memiliki dua sisi yang saling berkaitan.
Pertama adalah kemampuan teknologi untuk menyimpan, mengolah, dan mengintegrasikan data.
Kedua adalah kemampuan SDM untuk menggunakan teknologi tersebut secara tepat.
Teknologi yang semakin canggih tetap membutuhkan manusia yang memahami metodologi dan mampu menilai kualitas informasi yang dihasilkan.
Pendidikan Statistik Perlu Mengikuti Perkembangan Teknologi
Perubahan kebutuhan tersebut juga berdampak pada pendidikan statistik.
Kurikulum pendidikan statistik perlu mempertimbangkan perkembangan data science, komputasi, kecerdasan buatan, big data, serta metode pengolahan data baru, tanpa meninggalkan dasar-dasar statistik yang menjadi fondasi keilmuan.
Dalam konteks Polstat STIS, perkembangan kompetensi menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan lulusan untuk kebutuhan statistik nasional.
STIS sendiri telah mengembangkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perkembangan official statistics dan transformasi digital. Pada 2025, misalnya, STIS menyelenggarakan pelatihan eksekutif terkait Mobile Positioning Data (MPD) untuk official statistics. Kegiatan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk memahami sumber data baru yang dapat mendukung penyediaan statistik resmi.
Artinya, perubahan ekosistem data juga mendorong perubahan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
RUU Statistik Diharapkan Menjawab Perubahan Zaman
BPS sebelumnya menyampaikan bahwa pembentukan undang-undang statistik yang baru diperlukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi.
Dalam FGD bersama Panja RUU Statistik, sejumlah mahasiswa juga mengusulkan berbagai aspek yang dinilai penting dalam sistem statistik nasional, seperti peningkatan kualitas data, keterbukaan akses data, partisipasi masyarakat, pembentukan lembaga penunjang, penerapan prinsip internasional, serta prosedur yang jelas dalam pengaturan statistik khusus.
Hal ini menunjukkan bahwa RUU Statistik memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar mengatur proses pengumpulan data.
Regulasi tersebut juga berkaitan dengan bagaimana data dikelola, digunakan, dibagikan, serta dijaga kualitasnya dalam ekosistem statistik nasional.
Integrasi Data Menjadi Isu Penting
Salah satu persoalan yang muncul dalam pembahasan RUU Statistik adalah kebutuhan untuk memperkuat integrasi data.
Dalam RDPU Panja RUU Statistik pada 22 September 2026, anggota Komisi X DPR RI juga menyoroti pentingnya integrasi data kependudukan dan pendidikan. Integrasi tersebut dinilai dapat membantu perencanaan kebutuhan peserta didik, ruang kelas, hingga tenaga pendidik.
Contoh tersebut menggambarkan bagaimana data dari berbagai sektor dapat saling melengkapi.
Data statistik tidak berdiri sendiri. Ketika data dari berbagai lembaga dapat dihubungkan dengan standar dan tata kelola yang tepat, informasi yang dihasilkan berpotensi memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
Namun, integrasi juga membutuhkan standar, interoperabilitas, keamanan, perlindungan data, serta SDM yang mampu mengelola proses tersebut.
Tantangan Persebaran Tenaga Statistik
Ketersediaan tenaga statistik juga perlu dilihat dari aspek persebarannya.
Tenaga yang kompeten tidak hanya dibutuhkan di tingkat pusat. Pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga lainnya juga membutuhkan pegawai yang memahami statistik dan pengelolaan data.
Pemerataan kompetensi menjadi penting karena keputusan pembangunan dilakukan pada berbagai tingkat pemerintahan.
Data mengenai kondisi pendidikan, kesehatan, kemiskinan, ketenagakerjaan, perekonomian, hingga pembangunan daerah membutuhkan tenaga yang mampu membaca dan mengolah data secara tepat.
Masukan mengenai belum meratanya jumlah dan persebaran tenaga statistik juga disampaikan dalam pembahasan yang diberitakan pada September 2026.
Apa Dampaknya bagi Mahasiswa dan Calon Statistisi?
Pembahasan RUU Statistik juga relevan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di bidang statistik, matematika, data science, ekonomi, dan bidang terkait.
Perkembangan kebutuhan statistik menunjukkan bahwa kompetensi yang diperlukan semakin multidisipliner.
Mahasiswa tidak cukup hanya memahami rumus statistik. Mereka juga perlu memahami bagaimana data diperoleh, bagaimana kualitas data diperiksa, bagaimana data diproses menggunakan perangkat teknologi, serta bagaimana hasil analisis diterjemahkan menjadi informasi yang mudah dipahami.
Kemampuan komunikasi juga menjadi penting.
Hasil analisis yang sangat baik sekalipun akan kurang bermanfaat apabila tidak dapat dikomunikasikan kepada pengambil keputusan atau masyarakat.
STIS dan Masa Depan SDM Statistik Indonesia
Politeknik Statistika STIS merupakan salah satu institusi yang memiliki mandat penting dalam menyiapkan SDM statistik.
Dalam laporan kinerja 2025, STIS menyebut penyediaan SDM statistik berkualitas sebagai salah satu output strategis untuk mendukung program prioritas nasional. Lulusan STIS ditempatkan di BPS pusat maupun daerah dan mendukung berbagai kegiatan statistik, termasuk sensus dan survei strategis.
Di sisi lain, perkembangan teknologi membuat kebutuhan terhadap kompetensi tersebut terus berubah.
Karena itu, penguatan pendidikan, riset, pelatihan, dan pengembangan kompetensi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penguatan sistem statistik nasional.
RUU Statistik dan Masa Depan Data Indonesia
Pembahasan RUU Statistik berlangsung ketika kebutuhan terhadap data berkualitas semakin besar.
Pemerintah membutuhkan data untuk merancang kebijakan, mengevaluasi program, serta mengukur capaian pembangunan. Masyarakat dan dunia usaha juga membutuhkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pada saat yang sama, sumber data berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Sensus dan survei tetap menjadi bagian penting statistik resmi, tetapi keduanya kini berada dalam ekosistem yang juga mencakup data administrasi dan berbagai sumber data digital.
Kondisi tersebut membuat penguatan regulasi, teknologi, kelembagaan, dan SDM perlu berjalan secara bersamaan.
Masukan Direktur Polstat STIS dalam pembahasan RUU Statistik menjadi salah satu bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana pendidikan dan ketersediaan SDM dapat mendukung sistem statistik nasional ke depan. RDPU pada 22 September 2026 juga menghadirkan sejumlah narasumber lain untuk memberikan masukan terhadap RUU tersebut.
Pada akhirnya, kualitas statistik nasional tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak data yang berhasil dikumpulkan. Kualitas tersebut juga bergantung pada kemampuan institusi dan SDM dalam memastikan data memiliki metodologi yang tepat, kualitas yang terjaga, serta dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan.
Pembahasan RUU Statistik karena itu menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana Indonesia menyiapkan ekosistem statistik di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan data yang semakin kompleks.
Sumber: kompas.com
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
