Simulasi CAT – Berikut informasi seputar materi, jumlah soal, hingga nilai ambang batas atau passing grade SKD Sekolah Kedinasan 2026.
Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD menjadi salah satu tahapan penting dalam penerimaan peserta didik sekolah kedinasan tahun 2026. Setelah menyelesaikan tahap pendaftaran dan seleksi administrasi, peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan harus menghadapi ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pada tahun 2026, pelaksanaan SKD sekolah kedinasan dijadwalkan berlangsung mulai 22 September hingga 7 Oktober 2026. Sebanyak 103.647 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi mengikuti tahapan SKD tersebut di berbagai titik lokasi ujian. BKN menyiapkan 36 titik lokasi ujian yang tersebar melalui kantor pusat, kantor regional, hingga Unit Pelaksana Teknis BKN di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi peserta, memahami struktur SKD menjadi hal penting sebelum mengikuti ujian. Peserta tidak hanya perlu mengetahui jumlah soal yang harus dikerjakan, tetapi juga perlu memahami pembagian materi, bobot nilai, nilai ambang batas atau passing grade, serta strategi mengatur waktu.
Pemerintah telah menetapkan ketentuan SKD sekolah kedinasan 2026 melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 406 Tahun 2026 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2026.
SKD Sekolah Kedinasan 2026 Terdiri dari 110 Soal
Peserta SKD sekolah kedinasan 2026 harus mengerjakan 110 soal dalam waktu 100 menit.
Jumlah tersebut terdiri atas tiga kelompok materi, yaitu:
| Materi | Jumlah Soal | Nilai Maksimal |
|---|---|---|
| Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) | 30 | 150 |
| Tes Intelegensia Umum (TIU) | 35 | 175 |
| Tes Karakteristik Pribadi (TKP) | 45 | 225 |
| Total | 110 | 550 |
Dengan demikian, peserta rata-rata hanya memiliki waktu sekitar 54–55 detik untuk setiap soal apabila seluruh 100 menit dibagi rata ke 110 soal.
Namun, pembagian waktu tersebut tidak harus dilakukan secara kaku. Karakteristik soal TWK, TIU, dan TKP berbeda sehingga peserta dapat menggunakan strategi waktu yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Pemerintah menetapkan nilai kumulatif tertinggi SKD sebesar 550, dengan rincian 150 untuk TWK, 175 untuk TIU, dan 225 untuk TKP.
1. Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK
TWK terdiri dari 30 soal dengan nilai maksimal 150.
Untuk soal TWK, jawaban benar memperoleh nilai 5. Sementara itu, jawaban salah atau tidak dijawab memperoleh nilai 0.
Artinya, peserta perlu berusaha memperoleh sebanyak mungkin jawaban benar karena tidak terdapat pengurangan nilai untuk jawaban yang salah.
Materi TWK berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Beberapa kemampuan yang relevan antara lain:
- nasionalisme;
- integritas;
- bela negara;
- pilar negara;
- konstitusi;
- nilai-nilai kebangsaan;
- wawasan mengenai kehidupan bernegara;
- pemahaman terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan kebangsaan.
Tujuan dari TWK bukan sekadar menguji seberapa banyak peserta menghafal materi.
Peserta juga perlu memahami hubungan antarkonsep.
Misalnya, ketika menemukan soal mengenai konstitusi, peserta tidak hanya perlu mengetahui pasal atau ketentuan tertentu, tetapi juga memahami konteksnya dalam sistem ketatanegaraan.
Cara mempersiapkan TWK
Persiapan TWK dapat dilakukan dengan membuat daftar materi berdasarkan kelompok topik.
Peserta kemudian dapat mengerjakan latihan soal untuk mengetahui materi yang masih lemah.
Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah membedakan antara materi hafalan dan materi pemahaman.
Materi hafalan dapat dipelajari melalui pengulangan.
Sementara itu, materi pemahaman lebih efektif dipelajari dengan membaca penjelasan, membuat hubungan antarkonsep, dan mengerjakan soal kasus.
2. Tes Intelegensia Umum atau TIU
TIU terdiri dari 35 soal dengan nilai maksimal 175.
Setiap jawaban benar bernilai 5, sedangkan jawaban salah atau tidak dijawab bernilai 0.
Dibandingkan TWK, TIU membutuhkan kombinasi antara pemahaman konsep, kemampuan berpikir logis, dan kecepatan mengerjakan soal.
Materi TIU dapat mencakup kemampuan:
- verbal;
- numerik;
- figural;
- logika;
- analisis;
- hubungan antarkonsep.
Pada bagian numerik, peserta dapat menghadapi persoalan perhitungan, deret angka, perbandingan, aritmetika, atau bentuk lain yang menguji kemampuan berhitung.
Pada bagian verbal, peserta perlu memahami hubungan antara kata, konsep, maupun informasi.
Sementara itu, soal figural menguji kemampuan memahami pola, hubungan, dan perubahan bentuk.
Mengapa TIU membutuhkan latihan?
TIU tidak selalu dapat dikuasai hanya dengan membaca teori.
Peserta perlu mengembangkan pola berpikir dan kecepatan pengerjaan.
Sebagai contoh, peserta mungkin mengetahui cara menyelesaikan soal deret angka. Namun, jika membutuhkan waktu terlalu lama untuk menemukan pola, waktu pengerjaan dapat habis sebelum seluruh soal selesai.
Karena itu, latihan TIU sebaiknya menggunakan timer.
Peserta dapat mulai dengan mengutamakan ketepatan, kemudian secara bertahap meningkatkan kecepatan.
3. Tes Karakteristik Pribadi atau TKP
TKP merupakan bagian dengan jumlah soal terbanyak, yaitu 45 soal.
Nilai maksimal TKP mencapai 225. Berbeda dengan TWK dan TIU, sistem penilaian TKP menggunakan rentang skor.
Jawaban peserta dapat memperoleh nilai 1 sampai 5, sedangkan soal yang tidak dijawab memperoleh nilai 0.
Dengan demikian, TKP tidak menggunakan sistem benar-salah sederhana seperti TWK dan TIU.
Peserta perlu memilih respons yang paling sesuai dengan karakteristik yang sedang diuji.
Materi TKP berkaitan dengan kecenderungan perilaku peserta dalam menghadapi berbagai situasi.
Aspek yang dapat muncul antara lain:
- pelayanan publik;
- integritas;
- profesionalisme;
- kemampuan beradaptasi;
- kerja sama;
- kemampuan mengambil keputusan;
- orientasi terhadap hasil;
- kemampuan menghadapi perubahan;
- komunikasi.
Jangan mengerjakan TKP hanya berdasarkan “jawaban yang terasa benar”
Pada TKP, beberapa pilihan jawaban dapat terlihat masuk akal.
Karena itu, peserta perlu membaca konteks persoalan dengan teliti.
Pilihan dengan skor lebih tinggi biasanya berkaitan dengan respons yang menunjukkan karakteristik positif sesuai situasi yang diberikan.
Peserta juga perlu mempertimbangkan aspek pelayanan, tanggung jawab, profesionalisme, dan penyelesaian masalah.
Nilai Ambang Batas SKD Sekolah Kedinasan 2026
Pemerintah telah menetapkan passing grade untuk masing-masing kelompok soal.
Nilai ambang batas tahun 2026 adalah:
| Materi | Passing Grade | Nilai Maksimal |
|---|---|---|
| TWK | 65 | 150 |
| TIU | 80 | 175 |
| TKP | 156 | 225 |
Dengan demikian, peserta perlu mencapai sekurang-kurangnya 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 156 untuk TKP, dengan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing peserta.
Nilai ambang batas tersebut ditetapkan melalui KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026.
Namun, terdapat pengecualian bagi peserta dari daerah tertentu yang memperoleh afirmasi berdasarkan usulan kementerian/lembaga penyelenggara sekolah kedinasan.
Hal ini berarti peserta tidak cukup hanya mengejar nilai total tinggi.
Peserta juga harus memperhatikan nilai pada masing-masing kelompok soal.
Jangan Hanya Mengejar Nilai Total
Salah satu hal yang perlu diperhatikan peserta adalah perbedaan antara nilai kumulatif dan nilai ambang batas masing-masing komponen.
Nilai maksimal keseluruhan SKD adalah 550.
Namun, memperoleh nilai total tinggi tidak otomatis berarti seluruh ketentuan terpenuhi apabila peserta tidak memenuhi ambang batas pada komponen yang dipersyaratkan.
Sebagai gambaran, seseorang dapat memperoleh nilai yang relatif tinggi pada TIU, tetapi jika nilai TWK atau TKP berada di bawah ketentuan ambang batas, peserta tetap menghadapi konsekuensi sesuai aturan seleksi.
Karena itu, strategi belajar sebaiknya tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan total skor.
Peserta juga perlu memastikan ketiga komponen berada pada tingkat yang aman.
Berapa Minimal Jawaban Benar untuk TWK dan TIU?
Karena TWK dan TIU menggunakan sistem 5 poin untuk setiap jawaban benar, peserta dapat memperkirakan jumlah jawaban benar yang dibutuhkan untuk melewati ambang batas.
Untuk TWK:
65 ÷ 5 = 13
Artinya, secara matematis peserta membutuhkan minimal 13 jawaban benar untuk mencapai nilai 65.
Untuk TIU:
80 ÷ 5 = 16
Artinya, peserta membutuhkan minimal 16 jawaban benar untuk mencapai nilai 80.
Namun, angka tersebut hanya menunjukkan batas matematis berdasarkan sistem penilaian. Dalam praktik persiapan, peserta sebaiknya tidak menargetkan angka minimum karena hasil akhir juga berkaitan dengan persaingan dan ketentuan seleksi masing-masing sekolah kedinasan.
Untuk TKP, perhitungannya berbeda karena setiap opsi memiliki skor 1–5.
Nilai Maksimal Tidak Menjamin Kelulusan
Nilai maksimal SKD adalah 550.
Akan tetapi, peserta perlu membedakan antara nilai tinggi, lolos ambang batas, dan lolos ke tahap berikutnya.
Ketiganya bukan hal yang sama.
Passing grade menunjukkan batas nilai minimum yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, kelulusan ke tahap selanjutnya tetap mengikuti mekanisme seleksi dan ketentuan masing-masing instansi penyelenggara.
Karena jumlah peserta jauh lebih besar daripada jumlah formasi yang tersedia, peserta tetap perlu berusaha memperoleh hasil kompetitif.
Pada SKD 2026, sebanyak 103.647 peserta mengikuti ujian setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Sementara itu, total kebutuhan sekolah kedinasan yang dibuka pemerintah mencapai 4.770 formasi.
4.770 Formasi Sekolah Kedinasan Dibuka pada 2026
Pemerintah menyediakan 4.770 formasi sekolah kedinasan pada tahun 2026.
Formasi tersebut tersebar pada sembilan kementerian/lembaga penyelenggara.
Rinciannya sebagai berikut:
| Instansi | Formasi |
|---|---|
| IPDN | 1.410 |
| Sekolah Kedinasan Kemenhub | 891 |
| PKN STAN | 1.000 |
| Politeknik Siber dan Sandi Negara | 50 |
| Politeknik Statistika STIS | 564 |
| Poltekpin | 250 |
| Poltekimipas | 375 |
| STMKG | 130 |
| STIN | 100 |
| Total | 4.770 |
Data formasi tersebut disampaikan Kementerian PANRB dalam informasi resmi mengenai penerimaan sekolah kedinasan 2026.
Jumlah peserta yang mengikuti SKD menunjukkan bahwa tahap ini menjadi salah satu bagian paling kompetitif dalam rangkaian penerimaan.
Namun, persaingan setiap sekolah kedinasan dapat berbeda karena jumlah peserta, formasi, dan mekanisme seleksi lanjutannya tidak sama.
Strategi Membagi Waktu 100 Menit
Dengan 110 soal dan waktu 100 menit, kemampuan mengatur waktu menjadi faktor penting.
Peserta tidak harus memberikan waktu yang sama kepada setiap soal.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah membagi waktu berdasarkan jenis soal.
Misalnya:
- TWK: sekitar 20–25 menit;
- TIU: sekitar 30–35 menit;
- TKP: sekitar 35–40 menit.
Pembagian tersebut bukan aturan resmi, melainkan contoh strategi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan pribadi.
Peserta yang kuat di TIU mungkin membutuhkan waktu lebih sedikit untuk soal tertentu.
Sebaliknya, peserta yang membutuhkan waktu lebih lama pada numerik dapat mengalokasikan waktu tambahan untuk TIU.
Hal terpenting adalah jangan sampai satu soal menghabiskan waktu terlalu lama.
Strategi Mengerjakan TWK
TWK menggunakan sistem nilai 5 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah atau tidak dijawab.
Karena itu, peserta perlu berusaha menjawab seluruh soal.
Jika menemukan soal yang sangat sulit, peserta dapat menandainya dan melanjutkan ke soal berikutnya.
Setelah seluruh soal yang mudah selesai, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk kembali ke soal yang lebih sulit.
Strategi ini membantu mencegah peserta kehilangan banyak waktu pada satu soal.
Strategi Mengerjakan TIU
Pada TIU, kemampuan mengenali tipe soal sangat penting.
Peserta dapat mengelompokkan soal berdasarkan jenisnya:
- verbal;
- numerik;
- figural.
Setiap jenis soal membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Jika peserta menemukan soal yang membutuhkan perhitungan panjang, jangan langsung menghabiskan waktu terlalu lama.
Kerjakan terlebih dahulu soal yang metodenya sudah dikuasai.
Tujuannya adalah memaksimalkan jumlah soal yang dapat diselesaikan dengan tingkat ketepatan yang baik.
Strategi Mengerjakan TKP
TKP memiliki karakteristik berbeda karena pilihan jawaban memiliki skor.
Karena itu, peserta sebaiknya tidak membiarkan soal TKP kosong.
Setiap pilihan yang tersedia memiliki rentang skor 1–5, sedangkan tidak menjawab memperoleh 0.
Ketika menghadapi TKP, peserta dapat membaca situasi terlebih dahulu, kemudian mengidentifikasi aspek yang sedang diuji.
Misalnya, apabila persoalan berkaitan dengan pelayanan publik, peserta perlu mempertimbangkan respons yang menunjukkan orientasi pelayanan, tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan penyelesaian masalah.
CAT BKN dan Transparansi Hasil
SKD sekolah kedinasan 2026 dilaksanakan menggunakan CAT BKN.
BKN menyatakan bahwa sistem CAT memungkinkan hasil pengerjaan peserta diketahui setelah menyelesaikan ujian, termasuk nilai dan urutan hasil seleksi. BKN juga menyediakan mekanisme live score melalui kanal resmi kantor BKN sesuai wilayah titik lokasi.
Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi seleksi.
Peserta juga diingatkan untuk tidak mempercayai pihak yang menjanjikan dapat memengaruhi hasil ujian.
Karena proses CAT menggunakan sistem terkomputerisasi dan hasil dapat diketahui secara transparan, peserta perlu mengandalkan kemampuan sendiri.
Jangan Percaya Oknum yang Menjanjikan Kelulusan
Kementerian PANRB mengingatkan peserta agar menghindari oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Menteri PANRB Rini Widyantini juga menekankan agar peserta mengikuti seleksi secara jujur sesuai kemampuan masing-masing.
Peringatan tersebut penting terutama ketika peserta menghadapi proses seleksi yang kompetitif.
Peserta sebaiknya memperoleh informasi hanya dari kanal resmi.
Jangan memberikan uang, dokumen, kode akses, atau data pribadi kepada pihak yang mengaku dapat memengaruhi hasil seleksi.
Jadwal SKD Sekolah Kedinasan 2026
Berdasarkan jadwal BKN, rangkaian seleksi sekolah kedinasan 2026 dimulai dengan pengumuman seleksi pada 15–24 Agustus.
Pendaftaran berlangsung pada 18–30 Agustus, sedangkan seleksi administrasi berlangsung 18 Agustus–1 September.
Hasil administrasi diumumkan pada 2–3 September, kemudian masa sanggah berlangsung 4–5 September. Hasil pascasanggah dijadwalkan diumumkan 7–8 September.
Setelah itu, peserta mengikuti SKD CAT BKN pada 22 September–7 Oktober 2026.
Pengolahan nilai berlangsung pada 27 September–10 Oktober, sedangkan pengumuman hasil SKD dilakukan secara bertahap pada 1–13 Oktober.
Peserta yang dinyatakan lolos kemudian mengikuti seleksi lanjutan yang dijadwalkan pada 11–28 Oktober.
Pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian/lembaga dijadwalkan pada 21 Oktober–1 November 2026.
Apa yang Harus Dilakukan Peserta Menjelang SKD?
Menjelang pelaksanaan SKD, peserta sebaiknya tidak lagi mencoba mempelajari seluruh materi dari awal secara bersamaan.
Waktu yang tersisa lebih efektif digunakan untuk evaluasi.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Evaluasi hasil tryout
Catat nilai TWK, TIU, dan TKP secara terpisah.
Jangan hanya melihat nilai total.
2. Identifikasi komponen terlemah
Jika TIU menjadi komponen dengan nilai paling rendah, waktu belajar dapat difokuskan pada TIU.
Begitu juga dengan TWK dan TKP.
3. Latihan dengan timer
Biasakan mengerjakan 110 soal dalam 100 menit agar tubuh dan pikiran terbiasa dengan tekanan waktu.
4. Pelajari kesalahan
Jangan hanya melihat jawaban benar.
Cari tahu mengapa jawaban sebelumnya salah.
5. Simulasikan kondisi ujian
Kerjakan tryout tanpa membuka catatan atau menggunakan bantuan lain.
Tujuannya agar hasil simulasi lebih menggambarkan kemampuan sebenarnya.
Persiapan Hari H
Pada hari pelaksanaan, persiapan teknis juga tidak kalah penting.
Peserta perlu:
- mengecek lokasi ujian;
- memastikan jadwal dan sesi;
- menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan;
- memastikan kartu peserta;
- datang lebih awal;
- mengikuti arahan panitia;
- mematuhi tata tertib;
- menjaga kondisi tubuh;
- menghindari aktivitas yang membuat tubuh terlalu lelah.
Persiapan teknis yang baik membantu peserta mengurangi gangguan yang tidak berkaitan dengan kemampuan mengerjakan soal.
Setelah SKD, Apa yang Terjadi?
SKD bukan tahap terakhir dalam penerimaan sekolah kedinasan.
Peserta yang memenuhi ketentuan akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya sesuai sekolah kedinasan yang dipilih.
Kementerian PANRB menegaskan bahwa seleksi lanjutan setelah SKD diatur oleh masing-masing instansi penyelenggara sekolah kedinasan.
Karena itu, peserta yang lolos SKD harus kembali memeriksa pengumuman dari sekolah kedinasan masing-masing.
Jangan menganggap bahwa kelulusan SKD otomatis berarti diterima sebagai mahasiswa sekolah kedinasan.
Kesimpulan
SKD sekolah kedinasan 2026 terdiri atas 110 soal dengan waktu pengerjaan 100 menit.
Komposisinya adalah 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP. Nilai maksimal keseluruhan mencapai 550, dengan rincian 150 untuk TWK, 175 untuk TIU, dan 225 untuk TKP.
Pemerintah menetapkan nilai ambang batas sebesar 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 156 untuk TKP. Khusus peserta yang memperoleh afirmasi dari daerah tertentu, terdapat ketentuan pengecualian sesuai kebijakan yang ditetapkan.
Dengan waktu 100 menit untuk 110 soal, peserta membutuhkan kombinasi antara penguasaan materi, ketelitian, dan kemampuan mengatur waktu.
TWK dan TIU menggunakan sistem nilai 5 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah atau tidak dijawab. Sementara TKP menggunakan rentang nilai 1–5 untuk setiap pilihan jawaban dan 0 apabila tidak menjawab.
Pada 2026, sebanyak 103.647 peserta mengikuti SKD sekolah kedinasan setelah lolos seleksi administrasi, sedangkan pemerintah menyediakan 4.770 formasi melalui sembilan instansi penyelenggara.
Angka tersebut menunjukkan bahwa peserta perlu mempersiapkan diri secara serius. Namun, persiapan tidak hanya berarti mengejar nilai setinggi mungkin. Peserta juga perlu memahami aturan, menjaga integritas, mengatur waktu, dan mengikuti seluruh informasi melalui kanal resmi.
Pada akhirnya, SKD merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian panjang seleksi sekolah kedinasan. Hasil yang diperoleh pada tahap ini akan menjadi bagian dari proses menuju seleksi berikutnya, sehingga peserta perlu tetap mempersiapkan diri hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.
Sumber: kompas.com; KemenpanRB
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
