Simulasi CAT – Berikut kisi-kisi SKD Sekolah Kedinasan 2026.
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menjadi salah satu tahapan penting dalam penerimaan peserta didik sekolah kedinasan tahun 2026. Setelah melewati proses pendaftaran dan seleksi administrasi, peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan harus menghadapi ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pada tahun 2026, pelaksanaan SKD sekolah kedinasan dijadwalkan berlangsung pada 22 September sampai 7 Oktober 2026. BKN mencatat sebanyak 103.647 peserta mengikuti SKD setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Untuk mendukung pelaksanaan ujian di berbagai wilayah Indonesia, BKN menyiapkan 36 titik lokasi ujian.
Bagi peserta, memahami kisi-kisi SKD menjadi bagian penting dalam persiapan. Peserta tidak cukup hanya mengetahui bahwa ujian terdiri atas TWK, TIU, dan TKP. Mereka juga perlu memahami kompetensi yang diukur, jumlah soal, sistem penilaian, nilai ambang batas, serta strategi membagi waktu selama ujian.
Ketentuan SKD sekolah kedinasan 2026 mengacu antara lain pada PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan dan Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2026.
SKD Sekolah Kedinasan 2026 Terdiri dari 110 Soal
Peserta harus mengerjakan 110 soal dalam waktu 100 menit.
Komposisinya terdiri atas:
| Materi | Jumlah Soal | Nilai Maksimal |
|---|---|---|
| Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) | 30 | 150 |
| Tes Intelegensia Umum (TIU) | 35 | 175 |
| Tes Karakteristik Pribadi (TKP) | 45 | 225 |
| Total | 110 | 550 |
Dengan waktu 100 menit, peserta secara rata-rata hanya memiliki waktu sekitar 54,5 detik untuk setiap soal apabila waktu dibagi secara merata.
Namun, pembagian waktu tersebut bukan aturan resmi. Peserta dapat menyesuaikannya dengan karakteristik soal dan kemampuan masing-masing.
TWK dan TIU memiliki sistem penilaian berbeda dengan TKP. Pada TWK dan TIU, jawaban benar bernilai 5, sedangkan jawaban salah atau tidak dijawab bernilai 0. Pada TKP, pilihan jawaban memiliki rentang nilai 1 sampai 5, sedangkan soal yang tidak dijawab bernilai 0.
1. Kisi-Kisi Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK
TWK terdiri dari 30 soal dengan nilai maksimal 150.
Berdasarkan ketentuan 2026, materi TWK mencakup lima kelompok utama, yaitu nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara.
Nasionalisme
Nasionalisme mengukur kemampuan peserta dalam mewujudkan kepentingan nasional melalui cita-cita dan tujuan bersama dengan tetap mempertahankan identitas nasional.
Soal nasionalisme tidak selalu berbentuk pertanyaan hafalan.
Peserta dapat menemukan soal yang menggambarkan suatu situasi tertentu dan kemudian diminta menentukan sikap yang paling mencerminkan kepentingan nasional.
Karena itu, peserta perlu memahami konsep nasionalisme dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Integritas
Materi integritas berkaitan dengan kemampuan menjunjung tinggi kejujuran, ketangguhan, komitmen, dan konsistensi dalam mencapai tujuan.
Peserta perlu memahami bahwa integritas tidak hanya berarti “jujur”.
Integritas juga berkaitan dengan konsistensi antara prinsip, perkataan, dan tindakan.
Bela Negara
Bela negara mengukur kemampuan peserta untuk berperan aktif dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara.
Konsep bela negara tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas pertahanan dalam arti militer.
Peserta perlu memahami bentuk kontribusi warga negara sesuai kapasitas dan perannya masing-masing.
Pilar Negara
Materi ini berkaitan dengan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai:
- Pancasila;
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
- Negara Kesatuan Republik Indonesia;
- Bhinneka Tunggal Ika.
Peserta perlu memahami hubungan antarpilar tersebut dan penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bahasa Negara
Peserta juga perlu memahami kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dengan demikian, persiapan TWK sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui hafalan fakta, tetapi juga dengan memahami konsep dan penerapannya.
2. Kisi-Kisi Tes Intelegensia Umum atau TIU
TIU terdiri dari 35 soal dengan nilai maksimal 175.
Materi TIU dibagi menjadi tiga kelompok kemampuan, yaitu verbal, numerik, dan figural.
Kemampuan Verbal
Kemampuan verbal mencakup:
- analogi;
- silogisme;
- analitis.
Analogi menguji kemampuan peserta memahami hubungan antara dua konsep kata dan menerapkan hubungan tersebut pada konsep lainnya.
Silogisme menguji kemampuan menarik kesimpulan dari dua pernyataan yang diberikan.
Sementara analitis menguji kemampuan menganalisis informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi tersebut.
Kemampuan verbal membutuhkan pemahaman hubungan logis, bukan sekadar kemampuan menghafal kosakata.
Kemampuan Numerik
Kemampuan numerik terdiri atas:
- berhitung;
- deret angka;
- perbandingan kuantitatif;
- soal cerita.
Soal berhitung menguji kemampuan melakukan perhitungan sederhana.
Deret angka menguji kemampuan menemukan pola hubungan antarangka.
Perbandingan kuantitatif menguji kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan dua informasi kuantitatif.
Sementara soal cerita mengharuskan peserta menerjemahkan informasi dalam bentuk narasi menjadi persoalan matematis.
Kemampuan Figural
Kemampuan figural mencakup:
- analogi;
- ketidaksamaan;
- serial.
Pada bagian ini, peserta berhadapan dengan bentuk atau gambar dan diminta menemukan hubungan, perbedaan, atau pola.
Karena TIU memiliki batas waktu yang ketat, latihan soal sangat penting. Peserta perlu membangun kemampuan mengenali tipe soal sehingga tidak menghabiskan waktu terlalu lama untuk memahami pola yang sebenarnya sudah familiar.
3. Kisi-Kisi Tes Karakteristik Pribadi atau TKP
TKP terdiri atas 45 soal, sehingga menjadi bagian dengan jumlah soal paling banyak dalam SKD.
Materi TKP 2026 mencakup:
- pelayanan publik;
- jejaring kerja;
- sosial budaya;
- teknologi informasi dan komunikasi;
- profesionalisme;
- anti radikalisme.
Pelayanan Publik
Materi ini mengukur kemampuan menampilkan perilaku ramah dan efektif dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan masyarakat sesuai tugas dan kewenangan.
Dalam menghadapi soal pelayanan publik, peserta perlu memperhatikan aspek seperti kepentingan pengguna layanan, sikap profesional, komunikasi, serta penyelesaian masalah.
Jejaring Kerja
Jejaring kerja berkaitan dengan kemampuan membangun dan menjaga hubungan, bekerja sama, berbagi informasi, serta berkolaborasi.
Peserta perlu memahami bahwa kerja sama bukan sekadar “bekerja bersama”.
Kemampuan komunikasi dan berbagi informasi juga menjadi bagian penting.
Sosial Budaya
Materi sosial budaya mengukur kemampuan beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat yang majemuk.
Indonesia memiliki keberagaman agama, suku, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial.
Karena itu, peserta perlu memahami pentingnya menghargai perbedaan dan menjaga hubungan kerja dalam lingkungan yang beragam.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Materi ini berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja.
Peserta dapat menghadapi situasi yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan pekerjaan, berkomunikasi, mengelola informasi, atau meningkatkan efisiensi.
Profesionalisme
Profesionalisme berkaitan dengan kemampuan menjalankan tugas dan fungsi sesuai tuntutan jabatan.
Aspek yang perlu diperhatikan antara lain tanggung jawab, kualitas pekerjaan, disiplin, kepatuhan terhadap prosedur, dan orientasi terhadap hasil.
Anti Radikalisme
Materi anti radikalisme digunakan untuk mengetahui pengetahuan, kecenderungan sikap, serta tindakan peserta ketika menghadapi berbagai situasi yang berkaitan dengan paham radikal.
Peserta perlu memahami konteks kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan serta nilai-nilai yang sesuai dengan kehidupan bernegara.
Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026
Pemerintah menetapkan nilai ambang batas atau passing grade untuk setiap kelompok SKD.
Ketentuannya adalah:
| Komponen | Nilai Ambang Batas | Nilai Maksimal |
|---|---|---|
| TWK | 65 | 150 |
| TIU | 80 | 175 |
| TKP | 156 | 225 |
| Total | — | 550 |
Nilai tersebut ditetapkan melalui KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026.
Peserta perlu memperhatikan bahwa passing grade berlaku pada masing-masing kelompok.
Artinya, peserta tidak cukup hanya memperhatikan nilai total.
Jika nilai salah satu komponen berada di bawah ambang batas yang dipersyaratkan, peserta dapat terkena konsekuensi sesuai ketentuan seleksi meskipun memperoleh nilai tinggi pada komponen lainnya.
Berapa Jawaban Benar untuk Mencapai Passing Grade?
TWK dan TIU menggunakan sistem 5 poin untuk setiap jawaban benar.
Karena itu, secara matematis dapat dihitung:
TWK:
65 ÷ 5 = 13
Dengan demikian, 13 jawaban benar menghasilkan nilai 65.
TIU:
80 ÷ 5 = 16
Dengan demikian, 16 jawaban benar menghasilkan nilai 80.
Namun, angka tersebut merupakan batas matematis minimum, bukan target belajar yang ideal.
Peserta sebaiknya tidak menjadikan 13 jawaban benar pada TWK atau 16 jawaban benar pada TIU sebagai sasaran akhir. Dalam seleksi yang melibatkan banyak peserta dan jumlah formasi terbatas, hasil yang lebih tinggi dapat menjadi penting sesuai mekanisme seleksi yang berlaku.
Ketentuan Khusus Peserta Afirmasi
KepmenPANRB 406/2026 juga mengatur pengecualian nilai ambang batas bagi peserta dari daerah tertentu yang memperoleh afirmasi berdasarkan usulan kementerian/lembaga penyelenggara dan persetujuan Menteri.
Untuk peserta yang termasuk kategori afirmasi tersebut, ketentuannya adalah:
- nilai kumulatif SKD paling rendah 281;
- nilai TIU paling rendah 55.
Ketentuan afirmasi tersebut tidak otomatis berlaku untuk seluruh peserta dari wilayah tertentu. Peserta harus memenuhi kriteria afirmasi yang telah ditetapkan dalam mekanisme seleksi.
Karena itu, peserta perlu memeriksa status dan ketentuan formasi yang dipilih melalui pengumuman resmi instansi.
Sistem Penilaian SKD 2026
Memahami sistem penilaian dapat membantu peserta menyusun strategi pengerjaan.
TWK dan TIU
Pada TWK dan TIU:
- jawaban benar = 5;
- jawaban salah = 0;
- tidak menjawab = 0.
Dengan sistem tersebut, tidak terdapat pengurangan nilai akibat jawaban salah.
Peserta tetap perlu mempertimbangkan waktu karena terlalu lama pada satu soal dapat mengurangi kesempatan menyelesaikan soal lain.
TKP
Pada TKP:
- pilihan dengan nilai terendah = 1;
- pilihan dengan nilai tertinggi = 5;
- tidak menjawab = 0.
Karena itu, karakter penilaian TKP berbeda dengan TWK dan TIU.
Peserta perlu membaca konteks persoalan dan memilih respons yang paling sesuai dengan kompetensi yang sedang diukur.
Mengapa TKP Memiliki 45 Soal?
TKP merupakan bagian dengan jumlah soal paling banyak, yaitu 45 dari total 110 soal.
Selain jumlah soalnya lebih banyak, nilai maksimal TKP juga paling tinggi, yaitu 225.
Hal ini menunjukkan bahwa TKP memiliki porsi yang cukup besar dalam keseluruhan nilai SKD.
Peserta sebaiknya tidak menganggap TKP sebagai bagian yang dapat dikerjakan secara spontan tanpa latihan.
Meskipun tidak memiliki satu jawaban benar dengan pola sederhana seperti TWK atau TIU, peserta tetap dapat mempelajari karakteristik kompetensi yang diuji.
Strategi Belajar TWK
Persiapan TWK dapat dilakukan melalui tiga tahap.
Pertama, pahami konsep
Pelajari konsep nasionalisme, integritas, bela negara, Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan bahasa negara.
Kedua, buat catatan ringkas
Materi yang luas akan lebih mudah dipelajari jika diringkas menjadi poin-poin.
Ketiga, latihan soal
Setelah memahami materi, kerjakan soal untuk mengetahui apakah konsep tersebut sudah dapat diterapkan.
Jangan hanya menghafalkan jawaban dari bank soal.
Jika soal berubah bentuk, peserta yang memahami konsep akan lebih mudah menentukan jawaban.
Strategi Belajar TIU
TIU lebih efektif dipelajari melalui latihan berulang.
Peserta dapat membuat catatan mengenai tipe soal yang sering muncul.
Contohnya:
- pola deret angka;
- perbandingan;
- soal aritmetika;
- silogisme;
- analisis hubungan;
- pola figural.
Setelah itu, latihan dapat dilakukan dengan batas waktu.
Targetnya bukan hanya mendapatkan jawaban benar, tetapi juga mempercepat proses berpikir.
Strategi Belajar TKP
Untuk TKP, peserta dapat mempelajari indikator kompetensi yang diukur.
Ketika menghadapi sebuah situasi, tanyakan:
- Apa masalah utamanya?
- Kompetensi apa yang sedang diuji?
- Siapa yang terdampak?
- Apa tanggung jawab saya dalam situasi tersebut?
- Respons mana yang paling profesional?
- Apakah respons tersebut menyelesaikan masalah atau justru menambah masalah?
Pendekatan tersebut dapat membantu peserta menghindari pemilihan jawaban secara impulsif.
Strategi Membagi Waktu 100 Menit
Total waktu ujian adalah 100 menit untuk 110 soal.
Peserta dapat menggunakan pembagian waktu sebagai berikut sebagai contoh strategi, bukan ketentuan resmi:
| Materi | Contoh Alokasi |
|---|---|
| TWK | 20–25 menit |
| TIU | 30–35 menit |
| TKP | 35–40 menit |
| Cadangan | 5 menit |
Pembagian tersebut dapat disesuaikan.
Peserta yang cepat mengerjakan TWK dapat menghemat waktu untuk TIU.
Sebaliknya, peserta yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk soal numerik dapat memberikan tambahan waktu pada TIU.
Yang penting adalah menghindari satu soal menyerap waktu secara tidak proporsional.
Jangan Terjebak pada Satu Soal
Salah satu masalah dalam ujian berbasis waktu adalah keinginan untuk menyelesaikan satu soal sampai benar-benar yakin.
Strategi tersebut dapat menjadi masalah apabila soal yang dihadapi memang sulit.
Misalnya, seseorang menghabiskan tiga menit untuk satu soal TIU.
Tiga menit tersebut sebenarnya dapat digunakan untuk mengerjakan beberapa soal lain.
Karena itu, peserta dapat menggunakan prinsip:
mudah → sedang → sulit.
Kerjakan soal yang sudah dikuasai terlebih dahulu.
Setelah itu, kembali ke soal yang membutuhkan waktu lebih panjang.
Simulasi Harus Menyerupai Kondisi Ujian
Tryout akan lebih bermanfaat jika dilakukan menyerupai kondisi CAT sebenarnya.
Peserta dapat melakukan simulasi dengan:
- 110 soal;
- 100 menit;
- tanpa membuka catatan;
- tanpa menghentikan timer;
- mengerjakan secara mandiri.
Setelah selesai, jangan hanya melihat skor.
Buat evaluasi:
| Komponen | Nilai | Masalah Utama |
|---|---|---|
| TWK | … | Materi kurang dikuasai |
| TIU | … | Kecepatan numerik |
| TKP | … | Analisis situasi |
| Total | … | Evaluasi keseluruhan |
Dengan demikian, tryout menjadi alat diagnosis, bukan sekadar angka.
SKD 2026 Menggunakan CAT BKN
SKD sekolah kedinasan 2026 menggunakan CAT BKN.
BKN menyatakan bahwa sistem CAT digunakan untuk mendukung proses seleksi yang transparan dan hasil pengerjaan peserta dapat diketahui secara langsung setelah ujian. Peserta juga dapat memantau live score melalui kanal resmi BKN sesuai wilayah lokasi ujian.
BKN mencatat terdapat 103.647 peserta yang mengikuti SKD setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Pelaksanaan SKD berlangsung di 36 titik lokasi yang mencakup kantor pusat, kantor regional, dan UPT BKN di berbagai wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut membuat peserta perlu mempersiapkan bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan teknis.
Jangan Percaya Jasa yang Menjanjikan Kelulusan
Peserta juga perlu mewaspadai pihak yang menjanjikan kelulusan.
Kementerian PANRB secara khusus mengingatkan peserta agar menghindari oknum yang menawarkan kelulusan otomatis dengan imbalan uang. Menteri PANRB Rini Widyantini meminta peserta mengikuti seleksi secara jujur sesuai kemampuan masing-masing.
BKN juga menyampaikan imbauan serupa. Kepala BKN meminta peserta tidak mempercayai pihak yang mengaku dapat membantu atau memengaruhi hasil seleksi.
Peserta sebaiknya memperoleh informasi mengenai seleksi hanya dari kanal resmi.
Jangan memberikan uang, data pribadi, kode akses, atau dokumen penting kepada pihak yang mengklaim mempunyai akses khusus terhadap proses seleksi.
Jadwal SKD Sekolah Kedinasan 2026
Berdasarkan jadwal BKN, rangkaian seleksi sekolah kedinasan 2026 dimulai dengan pengumuman pada 15–24 Agustus.
Pendaftaran berlangsung pada 18–30 Agustus, sedangkan seleksi administrasi berlangsung pada 18 Agustus–1 September.
Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 2–3 September. Peserta yang keberatan dapat mengajukan sanggah pada 4–5 September, kemudian hasil pascasanggah dijadwalkan pada 7–8 September.
Setelah itu, peserta mengikuti SKD CAT BKN pada 22 September–7 Oktober 2026.
Pengolahan nilai dijadwalkan pada 27 September–10 Oktober, sedangkan pengumuman hasil SKD dilakukan secara bertahap pada 1–13 Oktober.
Peserta yang lolos SKD kemudian mengikuti seleksi lanjutan pada 11–28 Oktober.
Pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian/lembaga dijadwalkan pada 21 Oktober–1 November 2026.
Lolos Passing Grade Belum Berarti Lulus Sekolah Kedinasan
Peserta perlu memahami perbedaan antara memenuhi passing grade dan lolos seluruh seleksi.
Passing grade merupakan nilai ambang batas yang ditetapkan untuk SKD.
Sementara itu, setelah SKD masih terdapat seleksi lanjutan yang mekanismenya diatur oleh masing-masing instansi penyelenggara.
Karena itu, peserta yang memenuhi nilai ambang batas tetap perlu menunggu hasil resmi dan mengikuti tahapan berikutnya apabila dinyatakan lolos.
Jangan menyimpulkan kelulusan akhir hanya berdasarkan hasil tryout atau prediksi pribadi.
Persiapan Hari Pelaksanaan SKD
Selain belajar, peserta perlu memastikan aspek teknis telah siap.
Beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum berangkat antara lain:
- kartu peserta;
- identitas diri;
- lokasi ujian;
- tanggal dan sesi ujian;
- waktu registrasi;
- ketentuan pakaian;
- dokumen tambahan jika dipersyaratkan;
- rute menuju lokasi.
Peserta juga sebaiknya datang lebih awal agar memiliki waktu untuk melakukan registrasi dan mengikuti pemeriksaan yang diperlukan.
Pada hari ujian, hindari aktivitas yang membuat tubuh terlalu lelah.
Tidur cukup pada malam sebelumnya dan menjaga kondisi tubuh dapat membantu peserta berkonsentrasi selama ujian.
Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Seleksi sekolah kedinasan memang memiliki banyak aspek yang berada di luar kendali peserta.
Peserta tidak dapat menentukan siapa saja yang menjadi pesaing.
Peserta juga tidak menentukan jumlah formasi atau kebijakan seleksi yang telah ditetapkan pemerintah.
Namun, terdapat beberapa hal yang dapat dikendalikan, yaitu:
- kualitas persiapan;
- penguasaan materi;
- kemampuan mengatur waktu;
- strategi pengerjaan;
- kondisi fisik;
- kepatuhan terhadap tata tertib;
- ketelitian;
- ketenangan saat mengerjakan soal;
- penggunaan informasi resmi.
Karena itu, persiapan sebaiknya diarahkan pada aspek-aspek tersebut.
Kesimpulan
SKD Sekolah Kedinasan 2026 terdiri atas 110 soal dengan durasi 100 menit, yang terbagi menjadi 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP. Nilai maksimal keseluruhan adalah 550, dengan rincian 150 untuk TWK, 175 untuk TIU, dan 225 untuk TKP.
Materi TWK meliputi nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara. TIU mencakup kemampuan verbal, numerik, dan figural. Sementara itu, TKP meliputi pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, serta anti radikalisme.
Pemerintah menetapkan nilai ambang batas sebesar 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 156 untuk TKP. Peserta dari daerah tertentu yang memperoleh afirmasi memiliki ketentuan khusus berupa nilai kumulatif minimal 281 dan TIU minimal 55, sesuai persyaratan afirmasi yang ditetapkan.
Dengan 100 menit untuk 110 soal, kemampuan mengatur waktu menjadi bagian penting dalam ujian. Namun, peserta tidak perlu terpaku pada pembagian waktu yang sama untuk setiap soal. Strategi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik masing-masing bagian.
Pada saat yang sama, peserta perlu memahami bahwa passing grade bukanlah satu-satunya tahap dalam proses penerimaan. Setelah SKD masih terdapat seleksi lanjutan yang mekanismenya ditentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan.
Pelaksanaan SKD 2026 menggunakan CAT BKN dengan sistem yang dirancang untuk mendukung transparansi. BKN mencatat 103.647 peserta mengikuti SKD setelah lolos administrasi dan menyiapkan 36 titik lokasi ujian di berbagai wilayah Indonesia.
Karena itu, peserta sebaiknya berfokus pada persiapan yang terukur: memahami kisi-kisi, rutin melakukan simulasi, mengevaluasi kesalahan, mengatur waktu, menjaga kondisi tubuh, dan mengikuti informasi dari kanal resmi. Dengan persiapan tersebut, peserta dapat menghadapi SKD berdasarkan kemampuan sendiri dan mengikuti seluruh proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sumber: tirto.id
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
