Simulasi CAT – Berikut informasi seputar pelaksanaan SKD Poltek Imipas 2026 di NTT.
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan calon taruna dan taruni Sekolah Kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltek Imipas) Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelaksanaan seleksi yang berlangsung di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kupang pada Senin, 28 September 2026, berjalan sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT bersama Panitia Daerah NTT dan UPT BKN Kupang memastikan seluruh rangkaian seleksi berlangsung tertib. Ujian dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN dan dibagi menjadi tiga sesi.
Dari 169 peserta yang terdaftar untuk mengikuti SKD di Kupang, sebanyak 159 peserta hadir. Sementara itu, 10 peserta tercatat tidak hadir. Dari seluruh peserta yang datang ke lokasi, semuanya dapat mengikuti ujian sesuai ketentuan. Tidak terdapat peserta yang sudah hadir tetapi kemudian tidak diperkenankan mengikuti ujian. Pelaksanaan juga berlangsung tanpa penundaan maupun pembatalan.
Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penerimaan calon taruna dan taruni Poltek Imipas 2026 yang dilaksanakan secara nasional. Bagi peserta, SKD menjadi salah satu tahapan penting sebelum memasuki rangkaian seleksi lanjutan.
169 Peserta Terdaftar, 159 Hadir Mengikuti SKD
SKD Poltek Imipas 2026 di UPT BKN Kupang dilaksanakan dalam tiga sesi.
Rinciannya adalah:
- Sesi pertama diikuti 57 peserta;
- Sesi kedua diikuti 77 peserta;
- Sesi ketiga diikuti 25 peserta.
Total peserta yang hadir mencapai 159 orang dari 169 peserta yang terdaftar. Dengan demikian, terdapat 10 peserta yang tidak hadir dalam pelaksanaan SKD di Kupang.
Seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti ujian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tidak adanya peserta yang hadir tetapi kemudian gagal mengikuti ujian menunjukkan bahwa proses registrasi dan pemeriksaan peserta dapat berjalan sesuai mekanisme yang telah disiapkan oleh panitia.
Selain itu, pelaksanaan ujian tidak mengalami gangguan yang menyebabkan penundaan atau pembatalan. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa koordinasi antara Panitia Daerah NTT dan UPT BKN Kupang telah dipersiapkan sebelum hari pelaksanaan.
SKD Menggunakan Sistem CAT BKN
Salah satu komponen penting dalam pelaksanaan SKD Poltek Imipas 2026 adalah penggunaan Computer Assisted Test atau CAT BKN.
Melalui CAT, peserta mengerjakan soal menggunakan komputer yang disediakan pada lokasi ujian. Sistem ini memungkinkan proses pengerjaan dan penilaian dilakukan secara terkomputerisasi.
Penggunaan CAT juga menjadi bagian dari upaya menjaga objektivitas proses seleksi. Peserta mengikuti ujian berdasarkan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan sehingga proses seleksi tidak bergantung pada penilaian subjektif panitia terhadap peserta.
Dalam pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan 2026 secara nasional, BKN juga menggunakan CAT sebagai sistem utama ujian. BKN menyediakan 36 titik lokasi pelaksanaan SKD di berbagai wilayah Indonesia dan menerapkan mekanisme yang memungkinkan hasil ujian diketahui peserta setelah menyelesaikan tes.
Karakteristik tersebut membuat CAT menjadi salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan seleksi berbasis komputer.
Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Tekankan Transparansi
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, menegaskan bahwa proses seleksi harus dilaksanakan sesuai ketentuan, tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti tahapan seleksi berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.
Penekanan terhadap transparansi menjadi bagian penting dalam proses penerimaan calon taruna dan taruni.
Seleksi sekolah kedinasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan peserta mengerjakan soal. Proses penerimaan juga harus memastikan bahwa setiap peserta mengikuti prosedur yang sama dan hasil seleksi diperoleh melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.
Saroha menyebut bahwa proses seleksi yang objektif menjadi salah satu langkah untuk mendukung terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Poltek Imipas Menyiapkan SDM Bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan
Penerimaan calon taruna dan taruni Poltek Imipas tidak terlepas dari kebutuhan untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
Poltek Imipas merupakan institusi pendidikan kedinasan yang berada dalam lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pada 2026, kementerian membuka penerimaan calon taruna dan taruni melalui beberapa program studi yang berkaitan dengan bidang imigrasi maupun pemasyarakatan.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membuka total 405 formasi peserta didik pada penerimaan tahun 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas:
- 375 formasi untuk peserta umum dan afirmasi;
- 30 formasi bagi PNS di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Formasi tersebut tersebar dalam enam program studi, yaitu:
- D4 Teknik Pemasyarakatan;
- D4 Manajemen Pemasyarakatan;
- D4 Bimbingan Kemasyarakatan;
- D4 Hukum Keimigrasian;
- D4 Administrasi Keimigrasian; dan
- D4 Manajemen Teknologi Keimigrasian.
Dengan struktur tersebut, penerimaan Poltek Imipas tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga menyiapkan calon sumber daya manusia yang akan berkaitan dengan tugas pemerintahan di bidang imigrasi dan pemasyarakatan.
Seleksi Poltek Imipas 2026 Dilakukan dalam Beberapa Tahap
Peserta perlu memahami bahwa SKD bukanlah tahap akhir dalam penerimaan Poltek Imipas.
Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, proses penerimaan calon taruna dan taruni 2026 terdiri atas tiga kelompok tahapan:
- seleksi administrasi;
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD); dan
- seleksi lanjutan.
Seleksi lanjutan mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengamatan fisik, kesamaptaan, psikologi, serta wawancara dan keterampilan. Seluruh tahapan seleksi menggunakan sistem gugur.
Artinya, peserta yang berhasil mengikuti SKD belum otomatis dinyatakan diterima sebagai taruna atau taruni.
Peserta masih harus memenuhi persyaratan pada tahapan berikutnya sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Karena itu, peserta yang mengikuti SKD perlu memahami bahwa hasil CAT merupakan bagian dari keseluruhan proses seleksi.
Pentingnya Sistem CAT dalam Seleksi Sekolah Kedinasan
Sistem CAT BKN memberikan karakteristik tersendiri dalam pelaksanaan seleksi.
Dalam sistem ujian konvensional, proses pemeriksaan jawaban membutuhkan lembar jawaban dan proses koreksi. Sementara dalam CAT, jawaban peserta dimasukkan langsung ke dalam sistem komputer.
Hal tersebut memungkinkan proses pengolahan hasil dilakukan secara terkomputerisasi.
Pada seleksi sekolah kedinasan 2026, BKN juga menerapkan mekanisme keterbukaan hasil ujian. Peserta dapat mengetahui hasil pengerjaannya setelah menyelesaikan ujian, sedangkan live score digunakan pada lokasi tertentu sebagai bagian dari transparansi pelaksanaan.
Dengan mekanisme tersebut, peserta dapat memperoleh informasi mengenai hasil ujiannya tanpa harus menunggu pengumuman yang terlalu lama.
SKD Menguji Tiga Komponen Utama
SKD Sekolah Kedinasan 2026 terdiri atas tiga kelompok tes, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Tes Wawasan Kebangsaan
TWK berkaitan dengan kemampuan peserta memahami wawasan kebangsaan.
Materinya mencakup sejumlah aspek seperti nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, serta bahasa negara.
Tes Intelegensi Umum
TIU digunakan untuk mengukur kemampuan intelektual peserta.
Materinya mencakup kemampuan verbal, numerik, dan figural.
Kemampuan verbal berkaitan dengan penalaran menggunakan kata dan hubungan antarkonsep. Kemampuan numerik berkaitan dengan kemampuan memahami dan mengolah angka, sedangkan kemampuan figural berkaitan dengan pola serta hubungan bentuk.
Tes Karakteristik Pribadi
TKP digunakan untuk mengukur respons peserta terhadap berbagai situasi yang berkaitan dengan kehidupan kerja.
Materinya mencakup aspek seperti pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, serta antiradikalisme.
Ketiga komponen tersebut membuat SKD tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga pengetahuan kebangsaan dan karakteristik peserta.
Transparansi Seleksi Juga Didukung Pengawasan
Transparansi seleksi tidak hanya bergantung pada sistem CAT.
Pengawasan terhadap pelaksanaan ujian juga menjadi bagian dari upaya menjaga integritas seleksi.
Dalam pelaksanaan SKD Poltek Imipas di sejumlah daerah, unsur Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta BKN melakukan pengawasan terhadap proses ujian.
Di Batam, misalnya, Inspektur Jenderal Kemenimipas melakukan pengawasan langsung terhadap SKD CAT Poltek Imipas pada 25 September 2026. Pengawasan dilakukan sejak pemeriksaan sarana dan prasarana, pembukaan segel ruang ujian, proses registrasi, hingga pemeriksaan badan peserta.
Hasil pengawasan di lokasi tersebut menunjukkan bahwa rangkaian CAT berjalan sesuai standar operasional prosedur.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan dilaksanakan sejak sebelum peserta memasuki ruang ujian, bukan hanya ketika peserta sedang mengerjakan soal.
Peserta Diingatkan Mengandalkan Kemampuan Sendiri
Integritas menjadi salah satu pesan yang terus ditekankan dalam pelaksanaan seleksi Poltek Imipas 2026.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya. Panitia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Dalam pengumuman resmi penerimaan, Kemenimipas menyatakan bahwa kelulusan merupakan prestasi peserta sendiri. Pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif tertentu disebut sebagai tindakan penipuan.
Peserta dan keluarga juga dilarang memberikan sesuatu dalam bentuk apa pun yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan terkait pelaksanaan seleksi.
Karena itu, apabila menemukan informasi mengenai tawaran bantuan kelulusan, peserta sebaiknya melakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum mengambil tindakan apa pun.
Jangan Menganggap Lolos SKD Berarti Langsung Diterima
Salah satu hal yang perlu diperhatikan peserta adalah perbedaan antara memenuhi ketentuan SKD dan dinyatakan diterima sebagai taruna atau taruni.
SKD merupakan salah satu tahapan seleksi.
Peserta yang memenuhi ketentuan pada tahap ini masih dapat mengikuti seleksi lanjutan sesuai mekanisme yang telah ditentukan. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengamatan fisik, kesamaptaan, psikologi, wawancara, dan keterampilan.
Dengan demikian, peserta sebaiknya tidak hanya mempersiapkan diri untuk menghadapi CAT.
Apabila telah menyelesaikan SKD, persiapan selanjutnya juga perlu diarahkan pada kemungkinan tahapan seleksi berikutnya.
Setiap tahapan memiliki karakteristik berbeda. Kemampuan mengerjakan soal CAT tidak secara otomatis menggambarkan kesiapan peserta menghadapi pemeriksaan kesehatan, kesamaptaan, psikologi, maupun wawancara.
Poltek Imipas Terus Dikembangkan sebagai Institusi Pendidikan Kedinasan
Pelaksanaan penerimaan taruna dan taruni 2026 juga berlangsung dalam konteks pengembangan kelembagaan Poltek Imipas.
Pada April 2026, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melantik sejumlah pejabat di lingkungan Poltek Imipas. Sekretaris Jenderal Kemenimipas Asep Kurnia menyebut penguatan kelembagaan tersebut sebagai bagian dari proses pengembangan Poltek Imipas untuk menghasilkan sumber daya manusia bagi bidang imigrasi dan pemasyarakatan.
Pengembangan tersebut mencakup penguatan tata kelola, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan sistem penjaminan mutu berkelanjutan.
Dengan demikian, penerimaan peserta didik baru pada 2026 berlangsung bersamaan dengan proses penguatan institusi pendidikan itu sendiri.
Pelaksanaan di Kupang Menjadi Bagian dari Seleksi Nasional
SKD Poltek Imipas yang berlangsung di Kupang merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan seleksi secara nasional.
Di NTT, 169 peserta terdaftar dan 159 peserta hadir dalam tiga sesi. Seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti ujian dan pelaksanaan tidak mengalami penundaan maupun pembatalan.
Dari sisi penyelenggara, kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses yang telah dipersiapkan bersama antara Panitia Daerah NTT dan UPT BKN Kupang dapat berjalan sesuai mekanisme.
Sementara bagi peserta, pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan seleksi untuk memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan di Poltek Imipas.
Apa yang Harus Dilakukan Peserta Setelah SKD?
Setelah menyelesaikan SKD, peserta perlu memperhatikan beberapa hal.
Pertama, simpan dokumen dan bukti pelaksanaan ujian dengan baik.
Kedua, pantau hasil SKD melalui kanal resmi.
Ketiga, jangan mempercayai informasi mengenai kelulusan yang berasal dari pihak tidak resmi.
Keempat, apabila memenuhi ketentuan untuk melanjutkan seleksi, segera pelajari persyaratan tahap berikutnya.
Kelima, tetap menjaga kondisi fisik dan mempersiapkan diri karena seleksi Poltek Imipas masih memiliki beberapa tahapan setelah SKD.
Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga keamanan data pribadi. Peserta sebaiknya tidak memberikan NIK, nomor peserta, kata sandi, atau dokumen pribadi kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan.
Kesimpulan
Pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan Poltek Imipas 2026 di Nusa Tenggara Timur berlangsung di UPT BKN Kupang pada Senin, 28 September 2026 dengan menggunakan sistem CAT BKN.
Dari 169 peserta yang terdaftar, sebanyak 159 peserta hadir dan mengikuti ujian yang dibagi dalam tiga sesi. Sebanyak 10 peserta tercatat tidak hadir. Seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti ujian sesuai ketentuan, sementara pelaksanaan berlangsung tanpa penundaan maupun pembatalan.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Saroha Manullang menekankan pentingnya pelaksanaan seleksi yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti proses seleksi.
Pada 2026, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membuka 405 formasi Poltek Imipas, yang terdiri atas 375 formasi umum dan afirmasi serta 30 formasi bagi PNS Kemenimipas. Formasi tersebut tersebar pada enam program studi di bidang imigrasi dan pemasyarakatan.
Namun, SKD bukanlah tahap akhir. Peserta yang memenuhi ketentuan masih harus mengikuti seleksi lanjutan berupa pemeriksaan kesehatan dan pengamatan fisik, kesamaptaan, psikologi, wawancara, serta keterampilan.
Karena itu, peserta perlu memandang SKD sebagai salah satu tahapan dalam rangkaian penerimaan Poltek Imipas. Persiapan kemampuan akademik melalui CAT tetap penting, tetapi pemahaman terhadap seluruh mekanisme seleksi, kepatuhan terhadap aturan, serta kewaspadaan terhadap penipuan juga menjadi bagian dari proses yang harus diperhatikan.
Pelaksanaan SKD di Kupang pada akhirnya menjadi salah satu contoh penerapan seleksi berbasis CAT dalam penerimaan sekolah kedinasan. Dengan koordinasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, panitia daerah, dan BKN, proses seleksi diarahkan untuk berlangsung sesuai ketentuan dan memberikan kesempatan kepada peserta berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.
Sumber: kanwilntt.imigrasi.go.id
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
