Simulasi CAT – Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 telah resmi ditutup, berikut informasi terkait jumlah pendaftar sekolah kedinasan.
Sejumlah Sekolah Kedinasan Catat Jumlah Pelamar Rendah, Didominasi Kampus di Bawah Kementerian Perhubungan
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 resmi berakhir pada Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Seleksi tahun ini kembali menjadi perhatian ribuan pelajar di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur sekolah kedinasan sekaligus membuka peluang untuk berkarier di lingkungan pemerintahan.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Kepegawaian Negara (BKN), jumlah pelamar Sekolah Kedinasan 2026 mencapai 99.145 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66.303 peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran atau melakukan submit dokumen melalui sistem seleksi yang tersedia.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan kedinasan. Namun, jika melihat distribusi pelamar pada masing-masing instansi, tingkat persaingan ternyata tidak tersebar secara merata. Beberapa sekolah kedinasan menjadi tujuan utama ribuan peserta, sementara sejumlah kampus lainnya justru mencatat jumlah pelamar yang relatif rendah.
Menariknya, sekolah kedinasan dengan jumlah peminat paling sedikit pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 didominasi oleh institusi pendidikan di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebagian besar berasal dari bidang pendidikan penerbangan, pelayaran, serta transportasi.
Kondisi tersebut menjadi gambaran menarik mengenai pola pilihan peserta dalam menentukan sekolah kedinasan. Popularitas sebuah sekolah ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh status kedinasan atau peluang menjadi aparatur sipil negara, tetapi juga oleh lokasi kampus, bidang pendidikan, jumlah formasi, tingkat pemahaman masyarakat terhadap prospek karier, hingga persepsi terhadap tingkat kesulitan pendidikan.
Bagi calon peserta yang berencana mengikuti seleksi sekolah kedinasan pada tahun-tahun berikutnya, data peminat tahun 2026 dapat menjadi bahan evaluasi penting untuk memahami peta persaingan.
Sekolah Kedinasan 2026 Sepi Peminat
Berdasarkan data akhir pendaftaran, terdapat sejumlah sekolah kedinasan yang mencatat jumlah pelamar jauh lebih rendah dibandingkan institusi populer seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), PKN STAN, Politeknik Statistika STIS, maupun Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia.
Berikut beberapa sekolah kedinasan dengan jumlah peminat relatif rendah pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
1. Politeknik Penerbangan Jayapura
Politeknik Penerbangan Jayapura menjadi salah satu sekolah kedinasan dengan jumlah pendaftar paling sedikit pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Pada data akhir pendaftaran, Politeknik Penerbangan Jayapura tercatat memiliki sekitar 65 pelamar dengan 27 peserta yang telah menyelesaikan proses submit.
Angka tersebut tergolong sangat rendah apabila dibandingkan dengan sekolah kedinasan lain yang memiliki jumlah pelamar hingga ribuan bahkan puluhan ribu orang.
Salah satu faktor yang kemungkinan memengaruhi jumlah peminat adalah lokasi kampus. Politeknik Penerbangan Jayapura berada di Papua sehingga calon peserta dari wilayah Indonesia bagian barat mungkin mempertimbangkan faktor jarak dan biaya perjalanan.
Selain itu, bidang pendidikan penerbangan merupakan bidang yang cukup spesifik. Tidak semua calon peserta memiliki minat terhadap dunia penerbangan, terutama pekerjaan yang berkaitan dengan operasional transportasi udara.
Meski demikian, rendahnya jumlah pelamar tidak serta-merta menunjukkan bahwa proses seleksinya mudah. Setiap peserta tetap harus memenuhi seluruh persyaratan administrasi, kesehatan, akademik, serta tahapan seleksi lainnya.
2. Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara
Sekolah kedinasan berikutnya yang memiliki jumlah peminat relatif sedikit adalah Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara.
Pada akhir masa pendaftaran, jumlah pelamar tercatat sekitar 157 orang dengan 81 peserta telah melakukan submit.
Politeknik Pelayaran merupakan institusi pendidikan yang berfokus pada pembentukan sumber daya manusia di sektor transportasi laut. Peserta dididik untuk memiliki kompetensi teknis yang berkaitan dengan pelayaran dan kemaritiman.
Indonesia sebagai negara kepulauan sebenarnya memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga profesional di bidang transportasi laut. Namun, minat peserta terhadap pendidikan pelayaran belum sebesar minat terhadap bidang pemerintahan, keuangan, statistik, atau teknologi informasi.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah karakter pendidikan dan pekerjaan di sektor pelayaran yang cukup khusus. Calon peserta harus memiliki kesiapan fisik, mental, dan ketertarikan terhadap dunia maritim.
Karena itu, jumlah pelamar yang lebih rendah dapat menjadi gambaran bahwa bidang pendidikan yang sangat spesifik cenderung memiliki segmentasi peminat yang lebih terbatas.
3. Politeknik Pelayaran Surabaya
Politeknik Pelayaran Surabaya juga termasuk dalam daftar sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar relatif rendah.
Jumlah pelamar pada akhir pendaftaran mencapai sekitar 210 orang, sementara peserta yang telah menyelesaikan proses submit sebanyak 70 orang.
Sebagai institusi pendidikan yang bergerak dalam bidang pelayaran, Politeknik Pelayaran Surabaya memiliki fokus pendidikan yang berbeda dibandingkan sekolah kedinasan populer seperti PKN STAN atau IPDN.
Bidang pelayaran membutuhkan ketertarikan khusus terhadap sektor transportasi laut. Selain pendidikan akademik dan teknis, peserta juga harus siap menjalani sistem pendidikan yang memiliki disiplin tinggi.
Perbedaan karakter pendidikan inilah yang kemungkinan membuat jumlah peminatnya lebih terbatas.
Namun, dari perspektif persaingan, sekolah kedinasan dengan jumlah peminat lebih sedikit tentu menarik untuk dianalisis. Jika jumlah formasi yang tersedia cukup besar dibandingkan jumlah pelamar, tingkat kompetisi secara statistik dapat menjadi lebih ringan dibandingkan sekolah yang memiliki puluhan ribu pendaftar.
4. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi
Akademi Penerbang Indonesia atau API Banyuwangi juga menjadi salah satu sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar relatif sedikit pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Jumlah pelamar tercatat sekitar 214 orang dengan 91 peserta yang telah melakukan submit pendaftaran.
API Banyuwangi merupakan institusi pendidikan yang memiliki fokus pada bidang penerbangan. Dunia penerbangan merupakan sektor yang membutuhkan kemampuan teknis, kedisiplinan tinggi, serta standar kesehatan tertentu.
Tidak semua calon peserta sekolah kedinasan memiliki minat atau kesiapan untuk menempuh pendidikan dalam bidang tersebut. Selain itu, persyaratan fisik dan kesehatan yang berlaku pada pendidikan transportasi juga dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pelamar.
Meski jumlah peminat relatif rendah, bidang penerbangan tetap memiliki prospek penting dalam mendukung sistem transportasi nasional.
Pertumbuhan mobilitas masyarakat, perkembangan industri penerbangan, serta kebutuhan terhadap keselamatan transportasi udara membuat tenaga profesional di bidang ini tetap dibutuhkan.
5. Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang
Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang juga termasuk sekolah kedinasan dengan jumlah peminat relatif rendah.
Pada akhir masa pendaftaran, jumlah pelamar tercatat sekitar 262 orang dengan 120 peserta telah melakukan submit.
Bidang transportasi sungai, danau, dan penyeberangan mungkin belum sepopuler sektor penerbangan atau transportasi darat di mata sebagian besar pelajar.
Padahal, sektor ini memiliki peran penting dalam sistem transportasi Indonesia.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak wilayah yang bergantung pada transportasi air. Sungai, danau, serta jalur penyeberangan menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Karena bidang pekerjaannya cukup spesifik, jumlah peserta yang memiliki minat terhadap sektor ini mungkin lebih terbatas.
Namun, kondisi tersebut justru menunjukkan adanya peluang bagi peserta yang memiliki minat kuat terhadap bidang transportasi.
6. Politeknik Penerbangan Palembang
Politeknik Penerbangan Palembang mencatat jumlah pelamar sekitar 516 orang dengan 264 peserta yang telah menyelesaikan proses submit.
Jumlah tersebut memang lebih tinggi dibandingkan beberapa sekolah kedinasan sebelumnya, tetapi masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan institusi pendidikan kedinasan yang memiliki ribuan hingga puluhan ribu pelamar.
Politeknik Penerbangan Palembang menawarkan pendidikan yang berkaitan dengan kebutuhan sumber daya manusia di sektor transportasi udara.
Seperti sekolah penerbangan lainnya, jumlah peminat kemungkinan dipengaruhi oleh karakter bidang pendidikan yang sangat spesifik.
Tidak semua peserta sekolah kedinasan memiliki ketertarikan terhadap dunia penerbangan. Sebagian besar peserta mungkin lebih memilih sekolah dengan bidang pendidikan yang dianggap lebih umum, seperti pemerintahan, keuangan, statistik, atau keamanan.
7. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug
Politeknik Penerbangan Indonesia atau PPI Curug juga termasuk dalam daftar sekolah kedinasan dengan jumlah peminat relatif rendah dibandingkan kampus kedinasan paling populer.
Jumlah pelamar tercatat sekitar 560 orang, sedangkan jumlah peserta yang telah melakukan submit mencapai sekitar 262 orang.
PPI Curug merupakan salah satu institusi pendidikan transportasi yang cukup dikenal di Indonesia. Namun, jumlah peminatnya tetap tidak sebesar sekolah kedinasan populer lainnya.
Hal ini kembali menunjukkan bahwa popularitas sekolah kedinasan tidak hanya bergantung pada nama institusi atau status kedinasannya.
Bidang pendidikan menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan peserta.
Calon peserta yang memiliki ketertarikan terhadap dunia penerbangan tentu lebih mungkin memilih PPI Curug. Sebaliknya, peserta yang tidak memiliki minat terhadap sektor tersebut kemungkinan akan memilih sekolah lain.
8. Politeknik Penerbangan Surabaya
Politeknik Penerbangan Surabaya juga menjadi salah satu sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar yang relatif lebih rendah.
Jumlah pelamar tercatat sekitar 750 orang dengan 416 peserta telah melakukan submit pendaftaran.
Meskipun jumlah tersebut sudah mencapai ratusan peserta, angka tersebut tetap jauh lebih kecil dibandingkan sekolah kedinasan yang menjadi tujuan utama ribuan peserta.
Bidang penerbangan yang spesifik menjadi salah satu karakteristik utama sekolah ini.
Peserta yang mendaftar harus benar-benar memahami bidang pendidikan yang akan ditempuh karena pendidikan kedinasan bukan sekadar jalur alternatif untuk memperoleh pendidikan gratis.
Setiap institusi memiliki karakter pendidikan, kompetensi, disiplin, serta kebutuhan sumber daya manusia yang berbeda.
Data Sekolah Kedinasan Sepi Peminat 2026
Secara umum, berikut gambaran sekolah kedinasan dengan jumlah peminat relatif rendah berdasarkan data akhir pendaftaran 2026.
| No | Sekolah Kedinasan | Jumlah Pelamar | Jumlah Submit |
|---|---|---|---|
| 1 | Politeknik Penerbangan Jayapura | 65 | 27 |
| 2 | Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara | 157 | 81 |
| 3 | Politeknik Pelayaran Surabaya | 210 | 70 |
| 4 | Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi | 214 | 91 |
| 5 | Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang | 262 | 120 |
| 6 | Politeknik Penerbangan Palembang | 516 | 264 |
| 7 | Politeknik Penerbangan Indonesia Curug | 560 | 262 |
| 8 | Politeknik Penerbangan Surabaya | 750 | 416 |
Data tersebut menunjukkan adanya ketimpangan jumlah peminat antarinstansi.
Di satu sisi, terdapat sekolah kedinasan yang hanya memiliki puluhan hingga ratusan pelamar. Di sisi lain, beberapa institusi mampu menarik ribuan hingga puluhan ribu peserta.
Perbedaan ini menjadi salah satu fenomena menarik dalam Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Mengapa Sejumlah Sekolah Kedinasan Bisa Sepi Peminat?
Ada beberapa faktor yang kemungkinan menyebabkan sejumlah sekolah kedinasan memiliki jumlah pendaftar lebih rendah dibandingkan institusi lainnya.
Lokasi Kampus
Lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan peserta.
Sekolah kedinasan yang berada di wilayah jauh dari pusat populasi besar kemungkinan memiliki tantangan tersendiri dalam menarik pelamar dari berbagai daerah.
Calon peserta sering kali mempertimbangkan jarak dari rumah, biaya perjalanan, akses transportasi, serta lingkungan tempat tinggal.
Hal ini mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pelamar di beberapa sekolah kedinasan yang berada di wilayah Indonesia bagian timur.
Bidang Pendidikan yang Sangat Spesifik
Sekolah kedinasan bidang transportasi memiliki karakter pendidikan yang berbeda dengan sekolah kedinasan di bidang keuangan atau pemerintahan.
Pendidikan seperti penerbangan dan pelayaran membutuhkan ketertarikan khusus.
Peserta harus siap mempelajari kompetensi teknis yang berkaitan langsung dengan bidang pekerjaan tertentu.
Karena itu, basis calon peserta yang berminat menjadi lebih terbatas.
Persyaratan Kesehatan dan Fisik
Beberapa sekolah kedinasan menerapkan persyaratan kesehatan dan fisik yang cukup ketat.
Hal tersebut menjadi bagian penting karena lulusan akan dipersiapkan untuk bekerja pada bidang tertentu yang membutuhkan kondisi fisik dan kesehatan yang sesuai.
Persyaratan tersebut dapat membuat sebagian calon peserta memilih sekolah kedinasan lain yang dianggap memiliki ketentuan lebih sesuai dengan kondisi mereka.
Kurangnya Informasi Mengenai Prospek Karier
Sekolah seperti PKN STAN, IPDN, dan Polstat STIS sudah memiliki tingkat popularitas tinggi di kalangan pelajar.
Banyak siswa telah mengenal sekolah-sekolah tersebut sejak lama.
Sebaliknya, beberapa sekolah kedinasan bidang transportasi mungkin belum terlalu dikenal secara luas.
Kurangnya informasi mengenai program studi, sistem pendidikan, dan prospek karier dapat memengaruhi tingkat minat calon peserta.
Preferensi Terhadap Sekolah Kedinasan Populer
Sebagian besar peserta cenderung memilih institusi yang memiliki reputasi populer.
Fenomena ini menyebabkan konsentrasi pelamar pada beberapa sekolah tertentu.
PKN STAN, IPDN, Polstat STIS, STMKG, dan beberapa sekolah kedinasan lainnya memiliki basis popularitas yang kuat.
Akibatnya, sekolah yang kurang populer menerima jumlah pelamar yang jauh lebih sedikit.
Apakah Sekolah Kedinasan Sepi Peminat Berarti Lebih Mudah Masuk?
Pertanyaan ini sering muncul ketika data jumlah pendaftar sekolah kedinasan dipublikasikan.
Secara statistik, jumlah pelamar yang lebih sedikit memang dapat memberikan gambaran bahwa tingkat persaingan berpotensi lebih rendah.
Namun, hal tersebut tidak berarti peserta dapat menganggap proses seleksi menjadi mudah.
Seleksi sekolah kedinasan tetap memiliki berbagai tahapan yang harus dilalui.
Peserta harus memenuhi persyaratan administrasi, mengikuti seleksi kompetensi, serta menjalani tahapan lanjutan sesuai ketentuan masing-masing instansi.
Dalam beberapa sekolah kedinasan, peserta juga harus memenuhi persyaratan kesehatan, kebugaran, psikologi, maupun kemampuan tertentu.
Karena itu, jumlah pelamar hanya merupakan salah satu indikator persaingan.
Faktor yang jauh lebih penting adalah jumlah peserta yang benar-benar memenuhi persyaratan dan kualitas peserta yang mengikuti seleksi.
Misalnya, sebuah sekolah memiliki 500 pelamar, tetapi formasi yang tersedia hanya 20 kursi. Tingkat persaingannya tetap cukup ketat.
Sebaliknya, sekolah dengan 2.000 pelamar tetapi memiliki ratusan formasi mungkin memiliki rasio persaingan yang berbeda.
Oleh sebab itu, calon peserta tidak sebaiknya hanya memilih sekolah berdasarkan jumlah pelamar.
Jumlah Formasi Harus Menjadi Pertimbangan
Dalam menentukan peluang seleksi, calon peserta sebaiknya tidak hanya melihat jumlah pendaftar.
Jumlah formasi yang tersedia juga harus diperhatikan.
Pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, pemerintah menyediakan ribuan formasi di berbagai kementerian dan lembaga.
Secara keseluruhan, terdapat 4.770 formasi yang dibuka untuk penerimaan sekolah kedinasan tahun 2026.
Beberapa institusi memiliki jumlah formasi cukup besar.
PKN STAN, misalnya, membuka 1.000 formasi. IPDN membuka 1.410 formasi. Sementara itu, sekolah kedinasan lain memiliki jumlah formasi yang lebih kecil sesuai kebutuhan instansi masing-masing.
Oleh karena itu, cara yang lebih tepat dalam melihat tingkat persaingan adalah membandingkan jumlah pelamar dengan jumlah formasi.
Rasio tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai tingkat kompetisi.
Namun, sekali lagi, rasio bukan jaminan kelulusan.
Peserta tetap harus memiliki kemampuan untuk melewati seluruh tahapan seleksi.
Sekolah Kedinasan Paling Diminati Tetap Didominasi Institusi Populer
Berbeda dengan sejumlah kampus Kemenhub yang memiliki jumlah peminat relatif rendah, beberapa sekolah kedinasan tetap menjadi magnet utama bagi peserta.
Pada data sementara menjelang penutupan pendaftaran, IPDN menjadi salah satu sekolah dengan jumlah pelamar tertinggi.
PKN STAN juga kembali menjadi salah satu tujuan utama peserta.
Selain itu, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia serta Politeknik Statistika STIS juga mencatat jumlah pelamar yang tinggi.
Tingginya minat terhadap sekolah-sekolah tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Beberapa di antaranya adalah popularitas institusi, prospek karier yang telah dikenal luas, bidang pendidikan yang dianggap relevan, serta jumlah formasi yang tersedia.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa calon peserta sekolah kedinasan masih memiliki kecenderungan untuk memilih institusi yang sudah memiliki nama besar.
Akibatnya, persaingan menjadi sangat terkonsentrasi pada beberapa sekolah tertentu.
Pendaftaran Ditutup, Peserta Kini Menunggu Tahapan Seleksi Berikutnya
Dengan berakhirnya pendaftaran pada 30 Agustus 2026, peserta yang telah melakukan submit kini perlu mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Tahapan seleksi dapat berbeda tergantung pada ketentuan masing-masing instansi.
Karena itu, peserta harus aktif memantau pengumuman resmi melalui kanal instansi penyelenggara dan portal resmi seleksi.
Hal penting yang perlu diperhatikan peserta adalah memastikan seluruh informasi berasal dari sumber resmi.
Peserta sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau grup percakapan.
Jadwal, lokasi seleksi, persyaratan tambahan, serta pengumuman hasil seleksi harus selalu dikonfirmasi melalui kanal resmi.
Peserta juga perlu mulai mempersiapkan diri sesuai dengan karakteristik sekolah kedinasan yang dipilih.
Persiapan tidak hanya dilakukan untuk menghadapi tes akademik, tetapi juga untuk menghadapi seleksi kesehatan, kebugaran, psikologi, maupun tahapan lain apabila diperlukan.
Pelajaran Penting dari Data Sekolah Kedinasan 2026
Data pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 memberikan beberapa pelajaran penting bagi calon peserta pada tahun berikutnya.
Pertama, popularitas sebuah sekolah tidak selalu sama dengan peluang terbaik.
Sekolah dengan jumlah peminat tinggi belum tentu menjadi pilihan paling tepat bagi semua peserta.
Sebaliknya, sekolah yang relatif sepi peminat belum tentu cocok bagi peserta yang tidak memiliki minat terhadap bidang pendidikan tersebut.
Kedua, calon peserta perlu melakukan riset lebih awal.
Memilih sekolah kedinasan sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan tren.
Peserta perlu memahami program studi, lokasi pendidikan, sistem pembelajaran, persyaratan seleksi, serta prospek karier setelah lulus.
Ketiga, jumlah pelamar dapat menjadi bahan pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya faktor.
Peserta juga harus memperhatikan jumlah formasi.
Analisis sederhana mengenai rasio pelamar dan formasi dapat memberikan gambaran awal mengenai tingkat kompetisi.
Keempat, persiapan tetap menjadi faktor utama.
Sekolah dengan jumlah peminat sedikit tetap dapat memiliki standar seleksi tinggi.
Karena itu, strategi memilih sekolah harus diimbangi dengan persiapan akademik dan fisik yang matang.
Kesimpulan
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 telah resmi ditutup dengan total 99.145 pelamar dan 66.303 peserta yang telah menyelesaikan proses submit.
Data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pendidikan kedinasan masih cukup tinggi.
Namun, distribusi pelamar antarinstansi tidak merata.
Sejumlah sekolah kedinasan, khususnya institusi di bawah Kementerian Perhubungan yang bergerak di bidang penerbangan, pelayaran, dan transportasi, mencatat jumlah peminat yang relatif rendah.
Politeknik Penerbangan Jayapura menjadi salah satu sekolah dengan jumlah pelamar paling sedikit, diikuti oleh Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, Politeknik Pelayaran Surabaya, Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi, serta sejumlah sekolah transportasi lainnya.
Rendahnya jumlah peminat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari lokasi kampus, karakter bidang pendidikan yang spesifik, persyaratan fisik dan kesehatan, hingga tingkat popularitas institusi.
Meski sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar lebih sedikit dapat memberikan gambaran persaingan yang secara statistik lebih rendah, calon peserta tidak boleh menganggap proses seleksi menjadi mudah.
Setiap sekolah tetap memiliki standar dan tahapan seleksi yang harus dipenuhi.
Bagi calon peserta sekolah kedinasan pada tahun-tahun berikutnya, data tahun 2026 dapat menjadi referensi penting dalam menyusun strategi.
Memilih sekolah tidak seharusnya hanya didasarkan pada popularitas atau jumlah peminat. Minat pribadi, kemampuan, persyaratan, jumlah formasi, serta prospek karier harus menjadi pertimbangan utama.
Pada akhirnya, sekolah kedinasan terbaik bukan hanya sekolah dengan jumlah peminat paling sedikit atau paling banyak. Pilihan terbaik adalah sekolah yang paling sesuai dengan kemampuan, minat, dan tujuan karier peserta.
Sumber: kompas.com
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
