Simulasi CAT – Pendaftaran sekolah kedinasan 2026 akan ditutup hari ini pukul 23.59 WIB.
Hari Terakhir Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026
Pendaftaran Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 resmi memasuki hari terakhir. Minggu, 30 Agustus 2026, menjadi kesempatan terakhir bagi calon peserta yang ingin mengikuti seleksi masuk berbagai sekolah kedinasan di Indonesia.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, proses pendaftaran berlangsung sejak 18 Agustus 2026 dan akan ditutup pada Minggu malam pukul 23.59 WIB. Artinya, calon peserta yang belum menyelesaikan proses pendaftaran hanya memiliki waktu terbatas untuk melengkapi data, mengunggah dokumen, melakukan finalisasi, serta memastikan status pendaftaran telah berhasil diproses.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 menjadi salah satu agenda pendidikan nasional yang banyak menarik perhatian. Ribuan formasi tersedia di berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari bidang keuangan negara, pemerintahan, statistik, transportasi, meteorologi, intelijen, keamanan siber, hingga imigrasi dan pemasyarakatan.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang terus meningkat menjelang penutupan.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara yang menjadi rujukan dalam pemberitaan, hingga 28 Agustus 2026 pukul 15.14 WIB, jumlah pendaftar Sekolah Kedinasan 2026 telah mencapai 99.145 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66.303 peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran hingga tahap submit.
Angka tersebut menunjukkan bahwa terdapat puluhan ribu calon peserta yang telah memulai proses pendaftaran, tetapi belum seluruhnya menyelesaikan tahapan akhir.
Karena itu, hari terakhir pendaftaran menjadi momen yang sangat penting.
Peserta tidak boleh hanya memastikan bahwa dirinya telah membuat akun SSCASN atau memilih sekolah kedinasan. Proses pendaftaran harus benar-benar diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Setelah batas waktu berakhir, kesempatan pendaftaran tidak dapat dianggap masih tersedia.
Oleh sebab itu, calon peserta yang masih berada dalam proses pendaftaran sebaiknya segera menyelesaikan seluruh tahapan sebelum sistem ditutup.
Pendaftaran Ditutup Pukul 23.59 WIB
Batas akhir pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 adalah Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.
Waktu tersebut menjadi batas penting bagi seluruh calon peserta.
Meskipun masih tersedia beberapa jam sebelum penutupan, peserta tidak disarankan menunggu hingga menit terakhir.
Pendaftaran secara daring memiliki sejumlah risiko teknis.
Misalnya:
- koneksi internet tidak stabil;
- gangguan server;
- kesalahan unggah dokumen;
- dokumen tidak terbaca;
- kesalahan pengisian data;
- proses finalisasi yang belum selesai;
- hingga masalah saat mencetak kartu pendaftaran.
Menunggu hingga mendekati pukul 23.59 WIB dapat meningkatkan risiko tersebut.
Apalagi, hari terakhir biasanya menjadi waktu ketika banyak peserta mengakses sistem secara bersamaan.
Semakin banyak pengguna yang melakukan aktivitas dalam waktu yang sama, kemungkinan terjadinya kendala teknis dapat menjadi perhatian.
Karena itu, strategi terbaik adalah menyelesaikan pendaftaran sesegera mungkin.
Setelah proses selesai, peserta masih memiliki waktu untuk memeriksa kembali status pendaftaran.
Hal yang perlu dipahami adalah bahwa membuat akun belum tentu berarti sudah terdaftar sebagai peserta.
Mengisi sebagian data juga belum tentu berarti proses selesai.
Peserta harus memastikan bahwa seluruh proses telah mencapai tahap finalisasi sesuai ketentuan.
Hampir 100 Ribu Orang Mendaftar Sekolah Kedinasan 2026
Antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Kedinasan 2026 terlihat dari jumlah pendaftar yang telah mendekati angka 100 ribu orang.
Data per 28 Agustus 2026 pukul 15.14 WIB menunjukkan terdapat 99.145 calon peserta yang melakukan pendaftaran.
Namun, jumlah peserta yang telah menyelesaikan proses submit tercatat sebanyak 66.303 orang.
Perbedaan angka tersebut menjadi hal yang menarik.
Tidak semua peserta yang memulai pendaftaran langsung menyelesaikan seluruh proses.
Ada kemungkinan sebagian peserta masih melengkapi dokumen, memeriksa data, mempertimbangkan pilihan, atau belum melakukan finalisasi.
Situasi tersebut juga menjadi alasan mengapa peserta perlu memahami perbedaan antara beberapa tahapan berikut:
Membuat Akun
Peserta baru melakukan registrasi awal pada sistem SSCASN.
Mengisi Data
Peserta mulai memasukkan informasi pribadi dan pendidikan.
Mengunggah Dokumen
Peserta melengkapi dokumen sesuai persyaratan sekolah kedinasan.
Memilih Sekolah Kedinasan
Peserta menentukan sekolah atau instansi yang menjadi pilihan.
Finalisasi atau Submit
Peserta menyatakan bahwa seluruh data telah benar dan mengakhiri proses pendaftaran.
Tahap terakhir inilah yang sangat penting.
Tanpa proses finalisasi, peserta berisiko belum tercatat sebagai pelamar yang menyelesaikan pendaftaran.
Oleh karena itu, calon peserta yang masih membuka halaman pendaftaran sebaiknya segera memeriksa status akun masing-masing.
PKN STAN Menjadi Sekolah Kedinasan Paling Diminati
Salah satu fakta menarik dalam Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 adalah tingginya minat terhadap Politeknik Keuangan Negara STAN atau PKN STAN.
Berdasarkan data pendaftaran yang tersedia menjelang akhir masa pendaftaran, PKN STAN menjadi sekolah kedinasan dengan jumlah peminat tertinggi.
Jumlah pendaftar PKN STAN tercatat mencapai 22.614 orang.
Sementara peserta yang telah menyelesaikan proses submit mencapai 16.709 orang.
Jumlah tersebut menempatkan PKN STAN di posisi pertama sebagai sekolah kedinasan dengan pelamar terbanyak.
Tingginya minat terhadap PKN STAN bukan tanpa alasan.
Institusi pendidikan di bawah Kementerian Keuangan tersebut telah lama dikenal sebagai salah satu sekolah kedinasan paling populer di Indonesia.
PKN STAN memiliki bidang pendidikan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara.
Bidang tersebut mencakup berbagai kompetensi yang berhubungan dengan administrasi dan pengelolaan keuangan publik.
Selain reputasinya, jumlah formasi yang tersedia juga menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian peserta.
Pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, PKN STAN membuka 1.000 formasi.
Meski jumlah tersebut cukup besar, tingginya jumlah pelamar menunjukkan bahwa persaingan tetap berlangsung ketat.
Jika dilakukan perhitungan sederhana berdasarkan data sementara, satu formasi dapat diperebutkan oleh puluhan peserta.
Namun, angka tersebut hanya memberikan gambaran umum dan tidak dapat dijadikan sebagai peluang resmi kelulusan.
Jumlah peserta dapat berubah hingga pendaftaran resmi ditutup.
Selain itu, proses seleksi juga dilakukan melalui berbagai tahapan.
IPDN Tetap Menjadi Salah Satu Sekolah Kedinasan Terfavorit
Posisi berikutnya ditempati oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN.
Jumlah pendaftar IPDN mencapai 19.142 orang.
Sementara peserta yang telah melakukan submit tercatat sebanyak 13.694 orang.
IPDN menjadi salah satu sekolah kedinasan dengan jumlah peminat terbesar pada Seleksi 2026.
Institusi pendidikan di bawah Kementerian Dalam Negeri tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sekolah kedinasan lainnya.
IPDN berfokus pada pendidikan dan pembentukan kader pemerintahan.
Peserta didik dipersiapkan untuk memahami berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan dan administrasi publik.
Pada tahun 2026, IPDN membuka 1.410 formasi.
Jumlah tersebut menjadi salah satu formasi terbesar dalam Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Besarnya jumlah formasi memberikan peluang yang cukup besar secara kuantitas.
Namun, peserta tetap harus melalui berbagai tahapan seleksi.
Selain kemampuan akademik, calon peserta juga harus memperhatikan seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Karena itu, memilih IPDN bukan hanya tentang melihat jumlah formasi.
Peserta harus memahami karakter pendidikan dan persyaratan yang berlaku.
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Menempati Posisi Ketiga
Di posisi ketiga terdapat Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia.
Jumlah pendaftarnya mencapai 15.090 orang.
Sementara peserta yang telah melakukan submit mencapai 7.508 orang.
Tingginya minat terhadap sekolah kedinasan ini menunjukkan bahwa bidang imigrasi dan pemasyarakatan juga menjadi salah satu pilihan utama masyarakat.
Pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, tersedia total 375 formasi untuk pendidikan di bidang imigrasi dan pemasyarakatan.
Jika dibandingkan secara sederhana dengan jumlah pendaftar, tingkat persaingannya cukup tinggi.
Jumlah formasi yang lebih terbatas dibandingkan jumlah pelamar membuat kompetisi menjadi semakin ketat.
Hal ini menjadi bukti bahwa sekolah dengan jumlah pendaftar yang lebih sedikit belum tentu memiliki tingkat persaingan yang lebih mudah.
Jumlah kuota harus selalu menjadi bagian dari pertimbangan.
Polstat STIS Masuk Daftar Sekolah Kedinasan dengan Peminat Tinggi
Politeknik Statistika STIS atau Polstat STIS juga menjadi salah satu sekolah kedinasan yang memiliki jumlah pelamar besar.
Jumlah pendaftarnya mencapai 10.599 orang.
Sedangkan jumlah peserta yang telah melakukan submit mencapai 9.326 orang.
Polstat STIS memiliki karakteristik pendidikan yang berfokus pada bidang statistika dan pengolahan data.
Di tengah perkembangan teknologi digital, kebutuhan terhadap tenaga yang memiliki kemampuan mengolah dan menganalisis data semakin besar.
Data memiliki peran penting dalam berbagai proses pemerintahan.
Mulai dari perencanaan pembangunan hingga evaluasi kebijakan publik membutuhkan data yang akurat.
Polstat STIS membuka 564 formasi pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Jumlah tersebut membuat persaingan tetap berlangsung cukup ketat.
Calon peserta yang memilih Polstat STIS perlu mempersiapkan diri sesuai karakteristik pendidikan yang akan ditempuh.
Daftar Sekolah Kedinasan yang Banyak Diminati
Berdasarkan statistik pendaftaran menjelang penutupan, berikut beberapa sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar yang cukup tinggi.
| Peringkat | Sekolah Kedinasan | Jumlah Pendaftar |
|---|---|---|
| 1 | PKN STAN | 22.614 |
| 2 | IPDN | 19.142 |
| 3 | Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia | 15.090 |
| 4 | Politeknik Statistika STIS | 10.599 |
| 5 | PTDI-STTD | 8.250 |
| 6 | STMKG | 6.279 |
| 7 | Politeknik Pengayoman Indonesia | 5.276 |
| 8 | STIN | 2.644 |
| 9 | PKTJ Tegal | 2.004 |
| 10 | POLTRADA Bali | 1.677 |
| 11 | Politeknik Siber dan Sandi Negara | 1.572 |
| 12 | Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun | 1.264 |
| 13 | Politeknik Penerbangan Surabaya | 750 |
| 14 | Politeknik Penerbangan Indonesia Curug | 560 |
| 15 | Politeknik Penerbangan Palembang | 516 |
| 16 | Politeknik Transportasi SDP Palembang | 262 |
| 17 | Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi | 214 |
| 18 | Politeknik Pelayaran Surabaya | 210 |
| 19 | Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara | 157 |
| 20 | Politeknik Penerbangan Jayapura | 65 |
Statistik tersebut menggambarkan peta minat peserta menjelang berakhirnya masa pendaftaran.
Namun, calon peserta perlu memahami bahwa jumlah pendaftar dapat berubah setelah seluruh proses pendaftaran resmi ditutup.
Selain itu, jumlah pendaftar bukan satu-satunya indikator untuk menentukan tingkat persaingan.
Jangan Hanya Melihat Jumlah Pelamar
Banyak calon peserta yang menggunakan jumlah pelamar sebagai dasar untuk menilai peluang masuk.
Misalnya, sekolah dengan jumlah pendaftar rendah dianggap lebih mudah.
Sementara sekolah dengan jumlah pendaftar tinggi dianggap mustahil untuk ditembus.
Cara berpikir seperti ini tidak selalu tepat.
Tingkat persaingan seharusnya dilihat dari beberapa faktor.
Di antaranya:
- jumlah pendaftar;
- jumlah formasi;
- persyaratan administrasi;
- karakteristik seleksi;
- tingkat kesulitan ujian;
- persyaratan kesehatan;
- persyaratan fisik;
- serta kemampuan peserta.
Sebagai contoh, sebuah sekolah mungkin hanya memiliki seribu pendaftar.
Namun, jika jumlah formasinya sangat terbatas, tingkat persaingan tetap dapat menjadi tinggi.
Sebaliknya, sekolah dengan puluhan ribu pendaftar dapat memiliki jumlah formasi yang lebih besar.
Karena itu, statistik pelamar sebaiknya digunakan sebagai informasi tambahan.
Peserta tidak perlu merasa takut hanya karena melihat jumlah pesaing yang besar.
Pada akhirnya, setiap peserta harus menghadapi proses seleksi berdasarkan kemampuan masing-masing.
Total 4.770 Formasi Dibuka pada Sekolah Kedinasan 2026
Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 menyediakan total 4.770 formasi.
Formasi tersebut dibuka oleh sembilan kementerian dan lembaga pemerintah.
Sembilan instansi tersebut meliputi:
- Kementerian Keuangan.
- Kementerian Dalam Negeri.
- Kementerian Perhubungan.
- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
- Kementerian Hukum.
- Badan Pusat Statistik.
- Badan Intelijen Negara.
- Badan Siber dan Sandi Negara.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Berikut gambaran jumlah formasi beberapa sekolah kedinasan utama.
| Instansi | Sekolah Kedinasan | Formasi |
|---|---|---|
| Kementerian Dalam Negeri | IPDN | 1.410 |
| Kementerian Keuangan | PKN STAN | 1.000 |
| Kementerian Perhubungan | Sekolah Kedinasan Transportasi | 891 |
| BPS | Polstat STIS | 564 |
| Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan | Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan | 375 |
| Kementerian Hukum | Politeknik Pengayoman Indonesia | 250 |
| BMKG | STMKG | 130 |
| BIN | STIN | 100 |
| BSSN | Politeknik Siber dan Sandi Negara | 50 |
| Total | 9 Instansi | 4.770 |
Jumlah formasi tersebut menunjukkan bahwa Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 membuka kesempatan bagi ribuan lulusan SMA dan sederajat.
Namun, setiap sekolah memiliki persyaratan dan mekanisme seleksi yang berbeda.
Peserta wajib membaca ketentuan dari instansi yang dipilih.
Jangan Lupa Finalisasi Pendaftaran
Hari terakhir pendaftaran bukan hanya tentang mengisi formulir.
Tahap paling penting adalah memastikan proses telah selesai.
Peserta harus memastikan beberapa hal berikut.
1. Data Pribadi Sudah Benar
Periksa kembali:
- nama;
- NIK;
- tempat lahir;
- tanggal lahir;
- alamat;
- dan informasi lainnya.
Pastikan seluruh data sesuai dokumen resmi.
2. Data Pendidikan Sudah Sesuai
Periksa:
- sekolah asal;
- tahun kelulusan;
- jurusan;
- nilai;
- dan dokumen pendidikan.
Jangan sampai terdapat kesalahan penulisan.
3. Dokumen Sudah Berhasil Diunggah
Pastikan setiap dokumen yang diminta telah tersedia dalam sistem.
Periksa kualitas dokumen.
Jangan sampai file buram, terpotong, atau tidak dapat dibaca.
4. Pilihan Sekolah Sudah Benar
Peserta perlu memastikan bahwa sekolah kedinasan yang dipilih sesuai dengan keputusan terakhir.
Pemilihan harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
5. Proses Finalisasi Sudah Dilakukan
Ini adalah bagian yang paling penting.
Peserta harus memastikan status pendaftaran telah selesai.
Jangan hanya menyimpan data tanpa melakukan submit.
6. Kartu Pendaftaran Sudah Dicetak atau Disimpan
Setelah proses finalisasi berhasil dilakukan, peserta perlu mengunduh dan menyimpan kartu pendaftaran.
Simpan dalam bentuk digital.
Jika diperlukan, peserta juga dapat mencetaknya sebagai arsip.
Cara Menghindari Kesalahan pada Hari Terakhir
Pendaftaran pada hari terakhir membutuhkan ketelitian.
Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Menunggu Hingga Menit Terakhir
Jangan sengaja menunggu hingga mendekati pukul 23.59 WIB.
Risiko kendala teknis dapat meningkat.
Terburu-Buru Mengunggah Dokumen
Pastikan file yang dipilih benar.
Jangan sampai dokumen tertukar.
Tidak Membaca Halaman Resume
Gunakan halaman resume untuk memeriksa seluruh data.
Menganggap Data Tersimpan Berarti Sudah Submit
Pastikan status akhir benar-benar menunjukkan proses pendaftaran selesai.
Tidak Menyimpan Bukti Pendaftaran
Setelah selesai, simpan kartu pendaftaran sebagai bukti.
Setelah Pendaftaran Ditutup, Apa Tahap Selanjutnya?
Penutupan pendaftaran bukan berarti seluruh proses seleksi selesai.
Justru, proses seleksi akan memasuki tahapan berikutnya.
Setelah masa pendaftaran berakhir, peserta akan menjalani seleksi administrasi.
Berdasarkan jadwal resmi BKN, seleksi administrasi berlangsung hingga 1 September 2026.
Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 2 hingga 3 September 2026.
Peserta yang tidak lolos administrasi dapat menggunakan hak sanggah sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, perlu dipahami bahwa masa sanggah bukan kesempatan untuk memperbaiki seluruh kesalahan pribadi.
Masa sanggah digunakan sesuai mekanisme apabila peserta merasa terdapat ketidaksesuaian dalam proses verifikasi.
Setelah tahapan administrasi, peserta yang memenuhi syarat akan melanjutkan proses menuju Seleksi Kompetensi Dasar.
Jadwal Penting Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
Berikut jadwal penting yang perlu diperhatikan oleh peserta.
| Tahapan Seleksi | Jadwal |
|---|---|
| Pengumuman Seleksi | 15–24 Agustus 2026 |
| Pendaftaran | 18–30 Agustus 2026 |
| Seleksi Administrasi | 18 Agustus–1 September 2026 |
| Pengumuman Hasil Administrasi | 2–3 September 2026 |
| Masa Sanggah | 4–5 September 2026 |
| Jawab Sanggah | 4–6 September 2026 |
| Pengumuman Pasca Sanggah | 7–8 September 2026 |
| Penerbitan Kode Billing SKD | 9–10 September 2026 |
| Pembayaran PNBP SKD | 11–15 September 2026 |
| Pengumuman Jadwal dan Lokasi SKD | 18–21 September 2026 |
| Pelaksanaan SKD CAT BKN | 22 September–7 Oktober 2026 |
| Pengolahan Nilai SKD | 27 September–10 Oktober 2026 |
| Pengumuman Hasil SKD | 1–13 Oktober 2026 |
| Seleksi Lanjutan | 11–28 Oktober 2026 |
| Pengumuman Kelulusan Akhir | 21 Oktober–1 November 2026 |
Jadwal tersebut menjadi gambaran umum rangkaian Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Peserta tetap perlu memantau pengumuman resmi dari instansi yang dipilih karena tahapan lanjutan dapat memiliki ketentuan tambahan.
Persiapan SKD Bisa Dimulai Sejak Sekarang
Bagi peserta yang telah menyelesaikan pendaftaran, waktu setelah penutupan pendaftaran sebaiknya dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi berikutnya.
Salah satu tahapan penting adalah Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD.
SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT BKN.
Karena itu, peserta tidak hanya perlu memahami materi, tetapi juga harus terbiasa dengan pola pengerjaan soal menggunakan sistem komputer.
Persiapan dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Membuat Jadwal Belajar
Buat jadwal belajar yang realistis.
Jangan memaksakan diri belajar terlalu lama dalam satu waktu.
Konsistensi lebih penting daripada belajar secara berlebihan.
Mengerjakan Latihan Soal
Latihan soal membantu peserta memahami pola pertanyaan.
Selain itu, latihan juga dapat digunakan untuk mengetahui materi yang masih lemah.
Melakukan Evaluasi
Setelah mengerjakan latihan, jangan hanya melihat jumlah jawaban benar.
Pelajari kesalahan yang dilakukan.
Cari tahu mengapa jawaban sebelumnya salah.
Melatih Manajemen Waktu
Dalam ujian berbasis CAT, kemampuan mengatur waktu sangat penting.
Peserta harus mampu menentukan soal mana yang dapat dikerjakan lebih dahulu.
Persaingan Besar Tidak Berarti Kesempatan Hilang
Melihat angka pendaftar yang mencapai hampir 100 ribu orang mungkin membuat sebagian peserta merasa khawatir.
Namun, jumlah peserta bukan alasan untuk menyerah sebelum seleksi dimulai.
Persaingan memang tinggi.
Tetapi setiap peserta memiliki tingkat persiapan yang berbeda.
Tidak semua peserta memiliki strategi belajar yang sama.
Tidak semua peserta memiliki tingkat kemampuan yang sama.
Karena itu, fokus utama sebaiknya diarahkan pada hal-hal yang dapat dikendalikan.
Misalnya:
- meningkatkan kemampuan akademik;
- memperbaiki kelemahan;
- menjaga kesehatan;
- mempelajari karakteristik seleksi;
- serta mempersiapkan diri secara konsisten.
Jangan terlalu sibuk menghitung jumlah pesaing.
Jumlah pelamar tidak dapat diubah.
Namun, kualitas persiapan diri masih dapat ditingkatkan.
Gunakan Informasi Resmi sebagai Acuan Utama
Menjelang dan setelah proses pendaftaran, informasi mengenai Sekolah Kedinasan biasanya banyak beredar melalui media sosial.
Peserta harus berhati-hati.
Jangan langsung mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
Informasi penting sebaiknya diperiksa melalui:
- portal SSCASN BKN;
- situs resmi BKN;
- situs resmi kementerian atau lembaga;
- serta pengumuman resmi dari sekolah kedinasan yang dipilih.
Peserta juga perlu berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan.
Seleksi sekolah kedinasan merupakan proses resmi yang memiliki mekanisme tertentu.
Tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan melalui pembayaran atau jalur tidak resmi.
Jika menemukan informasi yang mencurigakan, lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui sumber resmi.
Sumber: suaragarut.id
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
