Simulasi CAT – Berikut informasi seputar seleksi CPNS 2026 Pemkab Mimika
Pemerintah Kabupaten Mimika kembali memberikan angin segar bagi masyarakat yang bercita-cita mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Setelah sempat dinantikan dalam beberapa waktu terakhir, Pemkab Mimika memastikan akan kembali membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026. Kepastian ini menjadi kabar yang sangat dinantikan, khususnya oleh generasi muda di Mimika yang melihat jalur ASN sebagai bentuk pengabdian sekaligus kesempatan memperoleh stabilitas karier.
Komitmen Pemkab Mimika untuk kembali membuka seleksi CPNS sejalan dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat kapasitas birokrasi dan pelayanan publik. Dengan luas wilayah yang besar, kondisi geografis yang menantang, serta dinamika sosial masyarakat Papua yang khas, keberadaan ASN yang profesional dan memahami konteks lokal menjadi kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, rekrutmen CPNS tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin tahunan, tetapi juga sebagai instrumen strategis pembangunan daerah.
Masih Menunggu Keputusan Pemerintah Pusat
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mimika, Hermalina W. Imbiri, menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terkait jadwal pelaksanaan seleksi CPNS 2026. Penetapan jadwal sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, mengingat rekrutmen ASN merupakan kebijakan nasional yang pelaksanaannya terkoordinasi secara terpusat.
“Untuk pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2026, kami masih menunggu arahan dan keputusan resmi dari Kementerian PANRB. Setelah itu, baru kami bisa menyampaikan jadwal dan tahapan seleksi secara detail kepada masyarakat,” ujar Hermalina saat ditemui pada Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah dan kementerian terkait terus dilakukan agar proses seleksi nantinya dapat berjalan sesuai regulasi dan prinsip merit system yang telah ditetapkan secara nasional. Pemkab Mimika, kata dia, siap melaksanakan seleksi begitu regulasi teknis dari pusat telah diterbitkan.
Kuota CPNS 2026: 274 Formasi
Dalam seleksi CPNS tahun 2026, Pemkab Mimika telah mengusulkan dan menyiapkan sebanyak 274 formasi. Jumlah tersebut memang lebih kecil jika dibandingkan dengan seleksi CPNS sebelumnya, yang sempat membuka lebih dari 800 formasi. Kendati demikian, Hermalina menegaskan bahwa penetapan kuota tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan riil organisasi perangkat daerah (OPD) serta kebijakan nasional mengenai penataan ASN.
“Jumlah formasi tahun ini memang tidak sebesar sebelumnya. Namun, formasi yang diusulkan telah melalui proses analisis kebutuhan jabatan dan beban kerja, sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelayanan publik di Mimika,” jelasnya.
Pengurangan jumlah formasi juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat yang saat ini lebih selektif dalam membuka rekrutmen CPNS, seiring dengan upaya pengendalian belanja pegawai dan peningkatan kualitas ASN. Pemerintah tidak lagi semata-mata mengejar kuantitas, melainkan menekankan kompetensi, profesionalisme, serta kesesuaian formasi dengan kebutuhan pembangunan.
Skema Afirmasi 80–20 untuk Orang Asli Papua
Salah satu aspek penting dalam seleksi CPNS di Kabupaten Mimika adalah penerapan kebijakan afirmasi bagi Orang Asli Papua (OAP). Dalam seleksi CPNS 2026, skema afirmasi 80–20 tetap diberlakukan. Artinya, sebanyak 80 persen dari total formasi yang tersedia diprioritaskan bagi pelamar OAP, sementara 20 persen sisanya dibuka untuk pelamar umum.
Hermalina menegaskan bahwa kebijakan afirmasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang lebih besar kepada masyarakat asli Papua untuk berpartisipasi dalam birokrasi pemerintahan. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, yang menekankan pentingnya keberpihakan terhadap OAP dalam berbagai aspek pembangunan, termasuk pengisian jabatan ASN.
“Skema afirmasi ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan upaya untuk memastikan bahwa masyarakat asli Papua memiliki ruang yang adil dan proporsional dalam struktur pemerintahan daerah,” ujarnya.
Dengan adanya afirmasi tersebut, diharapkan semakin banyak putra-putri daerah yang dapat berkontribusi langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakatnya sendiri.
Seluruh Pelamar Wajib Daftar Ulang
Dalam kesempatan yang sama, Hermalina juga menegaskan bahwa seluruh peserta seleksi CPNS 2026, tanpa terkecuali, wajib mendaftar ulang dan mengikuti seluruh tahapan seleksi dari awal. Ketentuan ini berlaku termasuk bagi mereka yang pernah mengikuti seleksi CPNS pada tahun-tahun sebelumnya.
“Tidak ada pengalihan nilai atau akumulasi hasil tes dari seleksi sebelumnya. Semua pelamar dianggap sebagai peserta baru dan harus mengikuti proses seleksi dari awal,” tegasnya.
Penegasan ini penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya bagi pelamar yang sebelumnya telah mengikuti seleksi namun belum berhasil lolos. Sistem seleksi CPNS secara nasional memang tidak mengenal mekanisme carry over nilai, karena setiap seleksi dilaksanakan berdasarkan kebutuhan formasi dan regulasi yang berlaku pada tahun berjalan.
Dengan demikian, setiap pelamar diharapkan mempersiapkan diri secara optimal, baik dari segi administrasi maupun kompetensi, agar dapat bersaing secara sehat dan adil.
Passing Grade Masih Menunggu Regulasi Teknis
Terkait dengan nilai ambang batas kelulusan atau passing grade, Hermalina menyebutkan bahwa hingga kini belum ada ketentuan resmi yang ditetapkan. Penentuan passing grade sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian PANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang biasanya akan diumumkan bersamaan dengan regulasi teknis pelaksanaan seleksi CPNS.
“Untuk passing grade, kami masih menunggu aturan teknis dari pusat. Biasanya hal ini akan diumumkan bersamaan dengan jadwal dan mekanisme seleksi,” jelasnya.
Passing grade menjadi salah satu aspek krusial dalam seleksi CPNS, karena berfungsi sebagai standar minimal kompetensi yang harus dipenuhi oleh pelamar. Standar ini umumnya mencakup nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Rincian Jabatan Menyusul
Selain passing grade, rincian jabatan dan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan juga belum diumumkan. Hermalina memastikan bahwa informasi mengenai jabatan apa saja yang akan dibuka dalam seleksi CPNS 2026 baru akan disampaikan setelah adanya keputusan resmi dari Kementerian PANRB.
“Detail formasi jabatan, termasuk kualifikasi pendidikan dan unit kerja penempatan, akan kami umumkan setelah ada keputusan resmi dari pemerintah pusat,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial atau sumber tidak resmi, terutama yang mengklaim telah mengetahui daftar formasi CPNS 2026 di Mimika. Menurutnya, informasi yang tidak valid berpotensi menyesatkan dan merugikan masyarakat.
Optimisme dan Imbauan kepada Masyarakat
Meski masih menunggu sejumlah regulasi dari pusat, Pemkab Mimika menyatakan optimisme bahwa seluruh tahapan seleksi CPNS 2026 dapat berjalan dengan lancar, transparan, dan akuntabel. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melaksanakan seleksi sesuai dengan prinsip objektivitas dan keadilan, tanpa intervensi pihak mana pun.
Hermalina juga mengimbau masyarakat agar tetap bersabar dan terus memantau informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi Pemkab Mimika, BKPSDM, maupun instansi pusat terkait.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu atau kabar yang belum jelas kebenarannya. Semua informasi resmi akan kami sampaikan secara terbuka,” pungkasnya.
Dengan dibukanya kembali seleksi CPNS pada tahun 2026, Pemkab Mimika berharap dapat menjaring sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki komitmen untuk membangun daerah. Lebih dari sekadar proses rekrutmen, seleksi CPNS dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi seluruh masyarakat Mimika.
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
