SimulasiCAT.IDSimulasiCAT.ID
  • LOGIN MEMBER
  • DAFTAR AKUNfree
Reading: Pemerintah Matangkan Seleksi CPNS 2026 dan Skema THR ASN, Ini Arah Kebijakan Terbarunya
Share
SimulasiCAT.IDSimulasiCAT.ID
  • Latihan SKD Gratis
  • Jadwal Tryout Nasional Gratis
  • Paket TO Prediksi
  • Paket TO Prediksi PPPKbaru
  • Bimbel TO Intensif SKD
  • Login
  • Buat Akun
© 2026 simulasiCAT.ID Powered By PT Bimjar Indonesia. All Rights Reserved
SimulasiCAT.ID > CPNS > Pemerintah Matangkan Seleksi CPNS 2026 dan Skema THR ASN, Ini Arah Kebijakan Terbarunya
CPNSInfo CPNS

Pemerintah Matangkan Seleksi CPNS 2026 dan Skema THR ASN, Ini Arah Kebijakan Terbarunya

Redaksi
Last updated: Februari 24, 2026 5:02 am
Redaksi
Share
12 Min Read
SimulasiCAT.ID - Pelantikan PPPK Paruh Waktu Mukomuko Dijadwalkan 30 Desember 2025: Babak Akhir Status Honorer dan Awal Penataan ASN 2026
SimulasiCAT.ID - Pelantikan PPPK Paruh Waktu Mukomuko Dijadwalkan 30 Desember 2025: Babak Akhir Status Honorer dan Awal Penataan ASN 2026
SHARE

Simulasi CAT – Berikut informasi seputar seleksi CPNS 2026 dan Skema THR ASN.

Contents
Koordinasi Lintas Kementerian dalam Menyusun Formasi CPNS 2026Penyesuaian Kompetensi ASN dengan Prioritas NasionalEstimasi Jadwal Seleksi CPNS 2026Kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASNPerbedaan Status PNS dan PPPKKomponen dan Besaran THR bagi PNS dan PPPKPrinsip Keadilan dan Dukungan Pemerintah terhadap ASNPenutup

Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan berbagai persiapan strategis dalam rangka menyelenggarakan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Proses persiapan ini tidak hanya mencakup perencanaan teknis terkait rekrutmen aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan pegawai, khususnya dalam pengaturan kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Meskipun hingga saat ini jadwal resmi serta jumlah formasi CPNS 2026 belum diumumkan secara definitif, pemerintah memastikan bahwa proses perencanaan telah berjalan secara intensif melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini ditempuh untuk memastikan bahwa kebutuhan birokrasi nasional dapat dipenuhi secara tepat sasaran, selaras dengan arah pembangunan nasional, serta mendukung agenda prioritas pemerintahan yang tertuang dalam kebijakan strategis Presiden.

Koordinasi Lintas Kementerian dalam Menyusun Formasi CPNS 2026

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga dalam menentukan kebutuhan aparatur sipil negara. Menurutnya, rekrutmen CPNS tidak lagi sekadar bertujuan menambah jumlah pegawai, melainkan harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil organisasi pemerintahan serta sejalan dengan kebijakan Presiden dan program prioritas nasional yang dikenal dengan istilah Asta Cita.

Dalam konteks tersebut, setiap kementerian dan pemerintah daerah diminta untuk melakukan pemetaan jabatan secara detail. Pemetaan ini mencakup analisis beban kerja, proyeksi kebutuhan pegawai dalam beberapa tahun ke depan, serta kesesuaian antara kompetensi calon ASN dengan tugas-tugas yang akan diemban. Dengan pendekatan ini, formasi CPNS yang dibuka nantinya diharapkan tidak hanya mengisi kekosongan jabatan, tetapi juga mampu memperkuat kualitas pelayanan publik dan mendukung percepatan pembangunan.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2026 telah mulai dilakukan. Ia menyampaikan bahwa instansi pusat maupun daerah diminta segera menyampaikan usulan kebutuhan formasi secara rinci dan akurat. Data tersebut nantinya akan dikompilasi oleh pemerintah pusat untuk kemudian diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai kuota nasional.

Proses verifikasi ini menjadi krusial karena pemerintah ingin menghindari praktik pembukaan formasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan nyata. Selama ini, salah satu tantangan dalam manajemen ASN adalah ketimpangan distribusi pegawai, baik antarwilayah maupun antarbidang pekerjaan. Oleh karena itu, seleksi CPNS 2026 dirancang agar lebih berbasis kebutuhan (need-based) daripada sekadar berbasis permintaan (request-based) dari instansi.

Penyesuaian Kompetensi ASN dengan Prioritas Nasional

Dalam perencanaan CPNS 2026, pemerintah menekankan bahwa kompetensi calon ASN harus selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Fokus tidak lagi hanya pada kemampuan administratif, tetapi juga pada keterampilan teknis, penguasaan teknologi informasi, serta kapasitas analisis kebijakan.

Sejumlah sektor yang diperkirakan akan menjadi perhatian utama dalam rekrutmen ASN ke depan antara lain bidang pendidikan, kesehatan, transformasi digital, pembangunan infrastruktur, serta pelayanan publik berbasis teknologi. Selain itu, pemerintah juga membutuhkan ASN yang mampu beradaptasi dengan dinamika global, termasuk isu perubahan iklim, keamanan siber, dan integrasi ekonomi regional.

Meskipun demikian, pemerintah tetap memberikan ruang bagi lulusan baru atau fresh graduate untuk berpartisipasi dalam seleksi CPNS. Kehadiran generasi muda dinilai penting sebagai bagian dari regenerasi birokrasi. Namun, jumlah formasi untuk fresh graduate akan disesuaikan dengan kebutuhan riil instansi, sehingga tidak semua jabatan dapat diisi oleh lulusan baru tanpa pengalaman kerja.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan komposisi ASN yang seimbang antara pegawai berpengalaman dan generasi baru yang memiliki semangat inovasi. Regenerasi birokrasi juga diharapkan mampu mempercepat reformasi administrasi pemerintahan yang lebih transparan, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Estimasi Jadwal Seleksi CPNS 2026

Walaupun belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal seleksi CPNS 2026, sejumlah perkiraan waktu telah beredar di kalangan masyarakat berdasarkan pola rekrutmen pada tahun-tahun sebelumnya. Secara umum, seleksi CPNS diperkirakan akan dibagi ke dalam dua periode besar.

Periode pertama adalah seleksi untuk sekolah kedinasan, yang diprediksi berlangsung pada Maret hingga Mei 2026. Jalur ini mencakup sejumlah institusi pendidikan kedinasan seperti Politeknik Keuangan Negara STAN, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Statistika STIS, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Seleksi sekolah kedinasan biasanya dilakukan lebih awal karena memiliki mekanisme seleksi tersendiri yang terintegrasi dengan sistem nasional.

Periode kedua adalah seleksi CPNS dan PPPK jalur umum, yang diperkirakan akan berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2026. Dalam periode ini, pemerintah akan membuka pendaftaran bagi masyarakat umum yang memenuhi persyaratan untuk melamar formasi CPNS maupun PPPK di berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Tahapan seleksi diperkirakan akan dimulai dengan pengumuman formasi dan kuota nasional pada Mei hingga Juni 2026. Setelah itu, pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) pada Juni hingga Juli. Tahap berikutnya adalah seleksi administrasi dan masa sanggah yang diperkirakan berlangsung pada Agustus.

Selanjutnya, peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) pada Agustus hingga September. Setelah SKD, peserta akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang diperkirakan dilaksanakan pada September hingga Oktober. Pengumuman hasil akhir seleksi CPNS 2026 diproyeksikan berlangsung pada November hingga Desember 2026.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa jadwal tersebut masih bersifat perkiraan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan nasional serta kondisi teknis di lapangan.

Kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN

Selain mempersiapkan rekrutmen CPNS, pemerintah juga mengatur kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN. THR merupakan tunjangan yang diberikan menjelang Hari Raya Keagamaan sebagai bentuk dukungan negara terhadap kesejahteraan pegawai. Kebijakan ini diatur melalui Peraturan Pemerintah serta petunjuk teknis yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan.

ASN yang berhak menerima THR mencakup PNS dan PPPK yang masih berstatus aktif. Namun, terdapat perbedaan mendasar antara kedua kelompok ini dalam hal status kepegawaian serta hak jangka panjang, termasuk hak atas pensiun dan THR setelah memasuki masa purna tugas.

Perbedaan Status PNS dan PPPK

PNS adalah pegawai tetap yang diangkat oleh negara dan memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP). Mereka memiliki status kepegawaian permanen hingga mencapai batas usia pensiun, kecuali diberhentikan berdasarkan ketentuan hukum. PNS juga berhak atas program pensiun yang dikelola negara, sehingga setelah pensiun mereka tetap menerima penghasilan bulanan.

Sementara itu, PPPK adalah pegawai yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja dengan jangka waktu tertentu. Kontrak kerja PPPK dapat diperpanjang sesuai kebutuhan instansi dan kinerja pegawai, tetapi tidak bersifat permanen seperti PNS. Perbedaan status ini berdampak langsung pada hak-hak jangka panjang, khususnya dalam hal pensiun.

Karena tidak memiliki skema pensiun seperti PNS, PPPK tidak menerima penghasilan pensiun setelah masa kontraknya berakhir. Konsekuensinya, PPPK juga tidak memperoleh THR setelah pensiun, berbeda dengan PNS yang tetap menerima THR berdasarkan besaran uang pensiun bulanan yang diterima setiap tahun.

Komponen dan Besaran THR bagi PNS dan PPPK

Komponen THR yang diterima oleh PNS umumnya terdiri dari beberapa unsur, yaitu gaji pokok, tunjangan keluarga (suami/istri dan anak), tunjangan jabatan atau tunjangan umum, serta tunjangan kinerja. Besaran tunjangan kinerja yang dibayarkan dapat penuh atau sebagian tergantung pada kebijakan pemerintah pada tahun berjalan.

Untuk PPPK, komponen THR biasanya mencakup gaji pokok sesuai kontrak kerja, tunjangan keluarga apabila memenuhi persyaratan, serta tunjangan jabatan jika ada. Namun, tidak semua PPPK memperoleh tunjangan kinerja seperti PNS, karena hal tersebut bergantung pada regulasi masing-masing instansi.

Besaran THR PNS mengikuti golongan dan masa kerja, sehingga semakin tinggi golongan dan lama masa kerja, semakin besar nominal THR yang diterima. Berbeda dengan PNS, PPPK tidak memiliki sistem golongan. Penghasilan PPPK ditentukan berdasarkan jabatan fungsional, kelas jabatan, serta ketentuan dalam kontrak kerja. Oleh karena itu, nominal THR PPPK dapat berbeda meskipun berada di instansi yang sama.

ASN yang berstatus aktif, tidak sedang cuti di luar tanggungan negara, serta tidak dalam status pemberhentian sementara berhak menerima THR. Namun, bagi PPPK yang masa kontraknya berakhir sebelum waktu pencairan THR, umumnya tidak mendapatkan hak tersebut.

Prinsip Keadilan dan Dukungan Pemerintah terhadap ASN

Secara prinsip, pemerintah menegaskan bahwa THR tetap diberikan kepada seluruh ASN aktif sebagai bentuk dukungan menjelang hari raya. Meskipun terdapat perbedaan dalam status kepegawaian, komponen tunjangan, serta hak pensiun antara PNS dan PPPK, kebijakan THR dirancang untuk menjaga kesejahteraan pegawai dan meningkatkan motivasi kerja.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengingat pencairan THR dalam jumlah besar dapat mendorong daya beli masyarakat menjelang hari raya. Dengan demikian, THR tidak hanya berdampak pada kesejahteraan ASN, tetapi juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi nasional.

Penutup

Persiapan seleksi CPNS 2026 dan pengaturan kebijakan THR ASN menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun birokrasi yang profesional sekaligus memperhatikan kesejahteraan aparatur negara. Melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah berupaya memastikan bahwa formasi CPNS yang dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan nasional dan mendukung program prioritas pembangunan.

Di sisi lain, kebijakan THR bagi PNS dan PPPK tetap dijalankan dengan memperhatikan perbedaan status kepegawaian masing-masing. Meskipun terdapat perbedaan dalam komponen dan hak jangka panjang, prinsip dasarnya adalah memberikan dukungan kepada ASN yang masih aktif agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal.

Ke depan, seleksi CPNS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang rekrutmen pegawai baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Dengan perencanaan yang matang dan kebijakan yang terintegrasi, pemerintah menargetkan terbentuknya aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional di masa depan.

Sumber: harian.fajar.co.id

Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!

    • Website Resmi SimulasiCat.id
    • Program Jaminan Lulus Passing Grade SKD
    • Daftar Tryout Online SKD
    • Daftar Tryout Online PPPK
    • Instagram Simulasi CAT

You Might Also Like

Ini Kata Kepala BKN Soal Gaji & TPP PNS dan PPPK 2024

Pemerintah Tunda Pengangkatan CASN 2024

Menanti Kepastian Jadwal CPNS 2025: Antusiasme Tinggi, Tapi Belum Ada Pengumuman Resmi

CPNS dan PPPK 2024 Mulai Diangkat per 1 Maret 2025, Pelantikan Dijadwalkan Juni dan Oktober 2025: Berikut Rincian Gaji dan Tunjangannya

5 Contoh Soal Materi Kompetensi Sosio Kultural Seleksi PPPK 2024, Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasannya (Bagian 2)

TAGGED:casncpnsCPNS 2026pnsseleksi CPNS 2026
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Previous Article SimulasiCAT.ID - BGN Klarifikasi Pengangkatan Petugas SPPG MBG Menjadi PPPK: Tegaskan Tak Ada Perlakuan Istimewa Dibanding Guru Rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional Tahap 3 dan 4 Tahun 2026 Segera Dibuka, Siapkan Diri dari Sekarang
Next Article SimulasiCAT.ID - Kadishub Aceh Tekankan Integritas dan Kepentingan Publik dalam Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu PPPK 2026 Dibuka dengan 150 Ribu Formasi: Kesempatan Emas Honorer Guru dan Tenaga Teknis Menjadi ASN
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest News

SimulasiCAT.ID - Pemkab Pasuruan Berhasil Menyerahkan 620 SK Pengangkatan PPPK Waktu dan 35 SK Pensiun TMT 1 Januari 2026
Waspada Hoaks Rekrutmen Kemenkes 2026: BKN Tegaskan Seleksi ASN Hanya Lewat Jalur Resmi Negara
Berita Info CPNS
Februari 24, 2026
SimulasiCAT.ID - Kadishub Aceh Tekankan Integritas dan Kepentingan Publik dalam Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu
PPPK 2026 Dibuka dengan 150 Ribu Formasi: Kesempatan Emas Honorer Guru dan Tenaga Teknis Menjadi ASN
PPPK P3K
Februari 24, 2026
SimulasiCAT.ID - BGN Klarifikasi Pengangkatan Petugas SPPG MBG Menjadi PPPK: Tegaskan Tak Ada Perlakuan Istimewa Dibanding Guru
Rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional Tahap 3 dan 4 Tahun 2026 Segera Dibuka, Siapkan Diri dari Sekarang
Berita P3K PPPK
Februari 3, 2026
SimulasiCAT.ID - Gaji PPPK Paruh Waktu Lulusan SMA Tahun 2026: Mengacu pada Gaji Honorer Terakhir dan Upah Minimum Daerah
Gaji PPPK Paruh Waktu Lulusan SMA Tahun 2026: Mengacu pada Gaji Honorer Terakhir dan Upah Minimum Daerah
Berita
Februari 3, 2026
SimulasiCAT.ID

PT. BIMJAR INOVASI INDONESIA

Penyedia platform simulasi CAT SKD untuk Calon CPNS dan Sekolah Kedinasan
SimulasiCAT.ID - New Homepage
SimulasiCAT.ID - homepage update

Layanan

  • Jadwal Tryout Online Gratis Se-indonesia
  • Paket Tryout Prediksi SKD
  • Paket Tryout Prediksi PPPK Baru
  • Bimbel Online Intensif SKD

Layanan

  • Kerja Sama
  • Program Santunan
  • Tentang Kami
© 2026 simulasiCAT.ID Powered By PT. BIMJAR INOVASI INDONESIA. All Rights Reserved
  • LOGIN MEMBER
  • DAFTAR AKUNfree
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?