Simulasi CAT – Jelang seleksi pendidikan dan kedinasan 2026, Gubernur Kalsel tekankan pentingnya tryout akbar sebagai sarana persiapan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun mengikuti seleksi kedinasan. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan kegiatan try out akbar Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sekolah kedinasan, serta seleksi TNI dan Polri yang digelar di Banjarmasin pada awal tahun 2026.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, menyampaikan bahwa kegiatan try out akbar dan pembinaan peserta memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai jalur seleksi yang semakin kompetitif. Menurutnya, try out bukan sekadar simulasi ujian, tetapi merupakan sarana penting untuk membentuk kesiapan akademik, mental, serta kedisiplinan peserta sejak dini.
Dalam sambutannya pada kegiatan try out akbar tersebut, Miftahul Chair menegaskan bahwa persaingan untuk masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBT, sekolah kedinasan, maupun seleksi TNI dan Polri terus meningkat dari tahun ke tahun. Setiap jalur memiliki karakteristik seleksi yang berbeda, namun semuanya menuntut standar kompetensi yang tinggi, proses yang ketat, serta persiapan yang matang dan berkelanjutan.
“Setiap jalur seleksi memiliki tantangan tersendiri. Untuk SNBT, peserta dituntut memiliki kemampuan akademik yang kuat. Sementara untuk sekolah kedinasan serta TNI dan Polri, selain kemampuan intelektual, aspek fisik, mental, dan kedisiplinan juga menjadi faktor penentu. Oleh karena itu, kegiatan try out ini sangat penting sebagai langkah awal mempersiapkan diri,” ujarnya.
Try Out sebagai Alat Ukur Kemampuan Peserta
Miftahul Chair menjelaskan bahwa salah satu manfaat utama dari try out akbar adalah memberikan gambaran objektif tentang kemampuan peserta. Melalui simulasi ujian yang dirancang menyerupai kondisi seleksi sesungguhnya, peserta dapat mengukur sejauh mana kesiapan mereka dalam menghadapi soal-soal yang akan diujikan.
Hasil try out dapat menjadi cermin untuk melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing peserta. Dari sana, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi mata pelajaran atau materi yang masih perlu diperkuat, sekaligus mengetahui strategi belajar yang perlu diperbaiki.
“Melalui try out ini, peserta dapat mengetahui posisi mereka secara objektif. Mereka bisa melihat apakah sudah siap atau masih perlu meningkatkan kemampuan di bidang tertentu. Ini jauh lebih baik dibandingkan menghadapi ujian tanpa pernah mengukur kemampuan sebelumnya,” kata Miftahul Chair.
Ia menambahkan bahwa try out juga melatih peserta agar terbiasa dengan tekanan waktu, suasana ujian, serta aturan yang berlaku selama seleksi. Dengan demikian, ketika menghadapi ujian yang sesungguhnya, peserta tidak lagi merasa asing atau canggung.
Pentingnya Persiapan Mental dan Disiplin
Selain aspek akademik, Gubernur Kalsel melalui Miftahul Chair juga menekankan pentingnya kesiapan mental. Menurutnya, banyak peserta yang memiliki kemampuan akademik cukup baik, namun gagal menunjukkan performa optimal karena kurang siap secara psikologis.
Tekanan saat ujian, rasa gugup, dan kekhawatiran berlebihan sering kali menjadi faktor yang menghambat peserta. Melalui kegiatan try out yang dilakukan secara masif dan terencana, peserta dapat dilatih untuk mengelola emosi, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun mental yang lebih tangguh.
“Try out ini bukan hanya soal mengerjakan soal, tetapi juga latihan mengendalikan diri di bawah tekanan. Peserta belajar bagaimana tetap fokus, tenang, dan disiplin dalam mengikuti setiap tahapan ujian,” jelasnya.
Kedisiplinan juga menjadi nilai penting yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini. Peserta dilatih untuk datang tepat waktu, mengikuti aturan ujian, serta mematuhi tata tertib yang berlaku. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan tidak hanya untuk menghadapi ujian, tetapi juga sebagai bekal dalam dunia pendidikan dan dunia kerja di masa depan.
Membantu Peserta Menentukan Arah Pendidikan
Dalam kesempatan yang sama, Miftahul Chair juga menyampaikan bahwa kegiatan try out akbar dan pembinaan peserta dapat membantu para siswa memahami berbagai jalur pendidikan lanjutan yang tersedia. Dengan semakin banyaknya pilihan, mulai dari perguruan tinggi negeri melalui SNBT, sekolah kedinasan, hingga jalur militer dan kepolisian, peserta perlu memiliki pemahaman yang cukup agar dapat menentukan pilihan secara tepat.
Melalui kegiatan pembinaan, peserta diberikan informasi mengenai karakteristik masing-masing jalur seleksi, peluang yang tersedia, serta tuntutan yang harus dipenuhi. Hal ini diharapkan dapat membantu peserta memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, serta cita-cita mereka.
“Tidak semua orang harus masuk jalur yang sama. Ada yang cocok ke perguruan tinggi umum, ada yang lebih sesuai dengan sekolah kedinasan, dan ada pula yang bercita-cita menjadi prajurit TNI atau anggota Polri. Yang penting, mereka memahami pilihan-pilihan tersebut dan mempersiapkan diri sesuai jalur yang dipilih,” ungkapnya.
Keberhasilan Tidak Datang Secara Instan
Lebih lanjut, Miftahul Chair menegaskan bahwa keberhasilan dalam menembus seleksi pendidikan dan kedinasan tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang melibatkan latihan rutin, kedisiplinan, serta strategi belajar yang tepat.
Ia mengingatkan para peserta agar tidak hanya mengandalkan try out sebagai satu-satunya persiapan, melainkan menjadikannya sebagai bagian dari proses belajar yang berkelanjutan. Peserta perlu menyusun jadwal belajar yang teratur, memperbaiki kelemahan yang teridentifikasi, serta menjaga konsistensi dalam berlatih.
“Keberhasilan adalah hasil dari proses. Tidak ada jalan pintas untuk mencapai hasil yang baik. Semakin awal kita mempersiapkan diri, semakin besar peluang kita untuk berhasil,” tegasnya.
Menurutnya, try out akbar ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran bahwa persiapan harus dimulai sejak dini. Peserta yang memulai lebih awal akan memiliki waktu lebih panjang untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat kemampuan.
Evaluasi sebagai Dasar Penyusunan Strategi Belajar
Dalam pesannya kepada peserta, Miftahul Chair menekankan agar hasil try out tidak hanya dilihat sebagai angka semata, melainkan dijadikan sebagai bahan evaluasi. Peserta diimbau untuk mencatat bagian-bagian yang masih lemah, kemudian menyusun strategi belajar yang lebih terarah.
Misalnya, jika hasil try out menunjukkan nilai rendah pada mata pelajaran tertentu, maka peserta perlu memberikan porsi belajar lebih besar pada bidang tersebut. Jika peserta kesulitan mengatur waktu saat mengerjakan soal, maka latihan manajemen waktu perlu ditingkatkan.
“Gunakan hasil try out sebagai peta jalan belajar. Dari situ, peserta bisa menentukan apa yang harus dipelajari lebih dalam dan bagaimana cara belajar yang lebih efektif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ritme belajar agar tidak terlalu berat di awal dan kelelahan di tengah jalan. Menurutnya, belajar secara konsisten lebih efektif dibandingkan belajar secara sporadis dengan intensitas tinggi namun tidak berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Generasi Muda
Pelaksanaan try out akbar dan pembinaan peserta ini mencerminkan perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan generasi muda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memandang bahwa investasi pada sektor pendidikan merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing daerah di masa depan.
Dengan mendorong siswa dan lulusan sekolah menengah agar siap menghadapi seleksi pendidikan dan kedinasan, pemerintah daerah berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang membantu peserta lulus seleksi, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan mental juang generasi muda Kalimantan Selatan,” tutur Miftahul Chair.
Peran Doa dan Usaha dalam Meraih Hasil Terbaik
Di akhir sambutannya, Miftahul Chair juga mengingatkan bahwa selain usaha yang sungguh-sungguh, doa tetap menjadi bagian penting dalam proses meraih keberhasilan. Ia mengajak para peserta untuk tidak mudah menyerah dan terus berikhtiar secara maksimal.
“Dengan usaha yang konsisten, strategi yang tepat, dan doa yang tidak putus, Insya Allah hasil yang baik akan mengikuti. Yang penting, jangan berhenti berusaha dan terus percaya pada kemampuan diri sendiri,” pungkasnya.
Try Out sebagai Bagian dari Proses Pembentukan Karakter
Kegiatan try out akbar ini tidak hanya dipandang sebagai ajang latihan menghadapi ujian, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti kerja keras, ketekunan, kejujuran, dan disiplin ditanamkan melalui proses mengikuti simulasi seleksi.
Peserta diharapkan dapat memahami bahwa proses seleksi yang ketat bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan dan sikap positif. Dengan demikian, hasil dari try out tidak hanya berupa peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan mental dan karakter yang lebih kuat.
Harapan ke Depan
Melalui pelaksanaan try out akbar SNBT, sekolah kedinasan, serta seleksi TNI dan Polri tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap semakin banyak generasi muda yang mampu menembus berbagai jalur seleksi bergengsi tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu semangat belajar sekaligus pengingat bahwa persiapan adalah kunci utama meraih kesuksesan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta peran aktif peserta sendiri, proses persiapan menghadapi seleksi diharapkan berjalan lebih sistematis dan terarah. Generasi muda Kalimantan Selatan diharapkan tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.
Sumber: kalsel.pikiran-rakyat.com
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
