Simulasi CAT – Berikut informasi seputar CPNS 2026.
Kabar mengenai dibuka atau tidaknya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Di satu sisi, belum ada pengumuman resmi terkait jadwal pendaftaran secara nasional. Namun di sisi lain, sejumlah kementerian dan lembaga mulai memberikan sinyal kuat bahwa rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tetap akan dilakukan pada 2026, meskipun dengan pendekatan dan prioritas yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Situasi inilah yang memicu antusiasme tinggi, khususnya di kalangan pencari kerja muda dan lulusan baru. Media sosial dan mesin pencari dipenuhi pertanyaan seputar “CPNS 2026 dibuka kapan”, “formasi CPNS 2026”, hingga “syarat CPNS 2026”. Fenomena ini menunjukkan bahwa CPNS masih menjadi salah satu jalur karier yang paling diminati di Indonesia, terutama karena stabilitas pekerjaan, jaminan kesejahteraan, dan peran strategis ASN dalam pembangunan nasional.
Pemerintah Beri Isyarat CPNS 2026 untuk Fresh Graduate
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa pemerintah membuka peluang agar pendaftaran CPNS 2026 lebih difokuskan pada lulusan baru atau fresh graduate. Pernyataan ini menjadi sinyal penting bagi generasi muda yang baru menyelesaikan pendidikan dan tengah mencari jalur masuk ke sektor pemerintahan.
Menurut Rini, saat ini pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian penataan tenaga honorer yang telah lama menjadi pekerjaan rumah dalam reformasi birokrasi. Setelah persoalan tersebut dituntaskan, fokus rekrutmen ASN ke depan diharapkan dapat lebih diarahkan kepada fresh graduate agar terjadi regenerasi aparatur secara sehat dan berkelanjutan.
Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan birokrasi yang semakin menuntut inovasi, adaptasi teknologi, serta kemampuan berpikir kritis yang umumnya dimiliki oleh generasi muda. Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026, sehingga masyarakat diminta untuk tetap bersabar dan mengikuti informasi dari kanal resmi.
Menanti Jadwal Resmi di Tengah Antusiasme Publik
Ketiadaan jadwal pasti tidak menyurutkan minat masyarakat. Justru, semakin banyak calon pelamar yang mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dengan melengkapi dokumen administrasi, mempelajari kisi-kisi seleksi, maupun memantau pernyataan pejabat pemerintah.
Fenomena ini mencerminkan tingginya ekspektasi publik terhadap pembukaan CPNS 2026. Pemerintah pun diharapkan mampu mengelola ekspektasi tersebut dengan komunikasi kebijakan yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi berlebihan atau penyebaran informasi yang menyesatkan.
Kemenkeu Masukkan Rekrutmen CPNS dalam Renstra 2025–2029
Salah satu kementerian yang secara terbuka telah mencantumkan rencana rekrutmen pegawai dalam dokumen resminya adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025–2029.
Dalam aturan tersebut, Kemenkeu membuka peluang penambahan pegawai baru melalui berbagai skema, mulai dari CPNS jalur umum, sekolah kedinasan, hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bahkan, Kemenkeu juga mengkaji kemungkinan penerapan pola rekrutmen ASN yang lebih fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa rekrutmen ASN tidak lagi dipandang sekadar sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai bagian dari strategi besar pengelolaan sumber daya manusia negara.
Tantangan SDM Kemenkeu: Gelombang Pensiun dan Turnover
Latar belakang utama rencana rekrutmen ini adalah tantangan serius di bidang sumber daya manusia. Berdasarkan data Human Resources Information System (HRIS) per 31 Desember 2024, Kemenkeu memproyeksikan sebanyak 5.738 pegawai akan memasuki batas usia pensiun dalam periode 2025–2029.
Jumlah tersebut belum termasuk pegawai yang keluar karena alasan lain, seperti pindah instansi, penugasan khusus, mengundurkan diri, atau meninggal dunia. Berdasarkan tren turnover selama tiga tahun terakhir, jumlah pegawai keluar di luar faktor pensiun diperkirakan mencapai 2.010 orang dalam lima tahun ke depan.
Dengan demikian, Kemenkeu berpotensi kehilangan lebih dari 7.700 pegawai hingga 2029 jika tidak diimbangi dengan rekrutmen yang terencana.
Jumlah ASN Kemenkeu Terus Menurun
Data HRIS juga menunjukkan bahwa pada 31 Desember 2024, jumlah ASN Kemenkeu tercatat sebanyak 77.055 orang. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan posisi 31 Desember 2019 yang mencapai 82.468 orang.
Artinya, dalam kurun lima tahun, jumlah pegawai Kemenkeu berkurang sebanyak 5.413 orang atau sekitar 6,56 persen. Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan regenerasi yang cukup besar di tubuh Kemenkeu.
Perlu dicatat, angka tersebut belum memperhitungkan hasil rekrutmen umum CASN maupun PNS pindah instansi pada akhir 2024 yang baru akan efektif masuk sebagai pegawai Kemenkeu pada awal 2025.
CPNS Kemenkeu 2026: Fokus STAN dan Lulusan SMA
Di tengah dinamika tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Kemenkeu berencana membuka pendaftaran CPNS 2026 dengan cakupan yang terbatas. Pendaftaran ini difokuskan pada lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) serta lulusan sekolah menengah atas (SMA).
Kebijakan ini diambil karena Kemenkeu sebelumnya telah membuka rekrutmen CPNS jalur umum. Dengan demikian, kebutuhan berikutnya lebih diarahkan pada jalur kedinasan dan formasi teknis tertentu.
Dalam rencana tersebut, Kemenkeu menargetkan penyerapan sebanyak 279 lulusan PKN STAN. Lulusan STAN selama ini dikenal memiliki kompetensi khusus di bidang keuangan negara, sehingga relatif siap ditempatkan di berbagai unit kerja Kemenkeu.
Tak hanya itu, Kemenkeu juga akan membuka sekitar 300 formasi bagi lulusan SMA yang akan ditempatkan sebagai petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kebijakan ini menunjukkan adanya kebutuhan riil tenaga operasional di lapangan, khususnya untuk mendukung pengawasan dan pelayanan kepabeanan di berbagai wilayah Indonesia.
BRIN Sinyalkan Rekrutmen CPNS 2026 untuk Periset
Selain Kemenkeu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan sinyal kuat akan membuka pendaftaran CPNS 2026. Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa rekrutmen ini diperlukan sebagai strategi untuk mengatasi minimnya jumlah periset di Indonesia.
Saat ini, rasio periset Indonesia masih berada di kisaran 300 orang per satu juta penduduk. Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju yang memiliki sekitar 4.000 periset per satu juta penduduk.
Untuk itu, BRIN berencana membuka formasi periset dengan prioritas pada sejumlah bidang strategis, seperti pemuliaan tanaman, nanoteknologi, genomik, antariksa, sains material, hingga teknologi keberlanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset nasional dan mendukung agenda pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Prediksi Formasi CPNS 2026: Sektor Strategis Jadi Prioritas
Secara umum, formasi CPNS 2026 diperkirakan akan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan nasional. Di antaranya adalah tenaga pendidikan, mulai dari guru pendidikan dasar dan menengah hingga dosen perguruan tinggi.
Sektor kesehatan juga diprediksi tetap menjadi prioritas, dengan kebutuhan dokter, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya. Selain itu, tenaga teknis di bidang teknologi informasi, analisis kebijakan, pelayanan publik, dan pengawasan juga diperkirakan akan dibuka sesuai kebutuhan masing-masing instansi.
Terdapat pula harapan besar agar pendaftaran CPNS 2026 dapat mengakomodasi lulusan SMA dan SMK. Formasi untuk jenjang ini biasanya tersedia di instansi yang membutuhkan tenaga pelaksana, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan, atau instansi lain dengan kebutuhan operasional lapangan.
Sekolah Kedinasan Masih Jadi Jalur Strategis
Di luar jalur CPNS, pemerintah juga tetap membuka seleksi sekolah kedinasan. Pada 2025, seleksi sekolah kedinasan menyediakan 3.252 formasi dari tujuh kementerian dan lembaga.
Formasi tersebut antara lain berasal dari STMKG BMKG, Polstat STIS BPS, PSSN BSSN, IPDN, STIN BIN, PKN STAN, serta sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan. Tahapan seleksi telah berlangsung sejak 28 Juni 2025, dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 11–26 Agustus 2025.
Keberadaan sekolah kedinasan ini menjadi jalur alternatif strategis bagi lulusan SMA/SMK yang ingin langsung terikat dengan instansi pemerintah.
Syarat Umum Pendaftaran CPNS 2026
Secara umum, syarat pendaftaran CPNS 2026 mengacu pada ketentuan pengadaan ASN. Pelamar harus berstatus sebagai Warga Negara Indonesia dan memenuhi batas usia minimal 18 tahun serta maksimal 35 tahun. Untuk jabatan tertentu seperti dokter, dosen, peneliti, dan perekayasa, batas usia dapat diperpanjang hingga 40 tahun.
Pelamar juga harus sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dijatuhi hukuman pidana berat, tidak pernah diberhentikan tidak hormat, tidak sedang berstatus sebagai ASN, TNI, atau Polri, serta tidak terlibat politik praktis.
Selain itu, pelamar wajib memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan jabatan dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Gambaran Gaji CPNS Berdasarkan Golongan
Gaji CPNS diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024. Besaran gaji pokok bervariasi tergantung golongan dan jenjang pendidikan, mulai dari golongan I untuk lulusan SMA/SMK hingga golongan IV untuk lulusan S2.
Selama masa percobaan, CPNS menerima 80 persen dari gaji pokok. Setelah diangkat menjadi PNS penuh, pegawai akan menerima gaji 100 persen beserta berbagai tunjangan sesuai ketentuan.
Penutup
Meski hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal pendaftaran CPNS 2026, berbagai sinyal dari pemerintah menunjukkan bahwa rekrutmen ASN tetap akan berlangsung dengan fokus yang lebih selektif dan strategis. Fresh graduate, lulusan sekolah kedinasan, periset, serta tenaga teknis diprediksi menjadi prioritas utama.
Dengan memahami arah kebijakan ini, calon pelamar diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih matang, baik dari sisi administrasi, kompetensi, maupun pemahaman terhadap kebutuhan instansi. CPNS 2026 bukan sekadar soal membuka lowongan, melainkan bagian dari upaya besar membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing di masa depan.
Sumber: prokalteng.jawapos.com
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
