Simulasi CAT – Berikut informasi seputar passing grade SKD Sekolah Kedinasan 2026.
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan 2026 telah memasuki tahap pelaksanaan. Ujian yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN ini berlangsung secara nasional mulai 22 September hingga 7 Oktober 2026.
Bagi peserta yang sedang mengikuti ujian, salah satu informasi penting yang perlu diketahui adalah nilai ambang batas atau passing grade. Nilai tersebut menjadi salah satu persyaratan yang harus diperhatikan peserta agar dapat melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Pemerintah telah menetapkan nilai ambang batas SKD Sekolah Kedinasan 2026 melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 406 Tahun 2026. Ketentuannya membedakan persyaratan bagi peserta jalur umum dengan peserta yang memperoleh afirmasi kewilayahan.
Lantas, berapa nilai minimal TWK, TIU, dan TKP pada SKD Sekolah Kedinasan 2026?
Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026
Untuk peserta jalur umum, nilai ambang batas SKD 2026 terdiri atas tiga komponen.
| Komponen | Nilai Ambang Batas | Jumlah Soal | Nilai Maksimal |
|---|---|---|---|
| TWK | 65 | 30 | 150 |
| TIU | 80 | 35 | 175 |
| TKP | 156 | 45 | 225 |
| Total | – | 110 | 550 |
Dengan demikian, peserta jalur umum perlu memenuhi nilai minimal 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 156 untuk TKP.
Ketiga nilai tersebut perlu diperhatikan secara terpisah. Peserta tidak cukup hanya memperoleh nilai total yang tinggi apabila salah satu komponen yang dipersyaratkan tidak memenuhi ketentuan ambang batas.
Misalnya, seorang peserta memperoleh nilai TWK 90, TIU 100, dan TKP 150. Secara total nilainya mencapai 340. Namun, nilai TKP masih berada di bawah ambang batas 156 untuk peserta jalur umum.
Karena itu, strategi pengerjaan SKD perlu memperhatikan setiap kelompok tes, bukan hanya mengejar skor kumulatif.
Berapa Nilai Maksimal SKD 2026?
Total nilai maksimal SKD Sekolah Kedinasan 2026 adalah 550.
Nilai tersebut berasal dari:
- TWK maksimal 150;
- TIU maksimal 175; dan
- TKP maksimal 225.
Jumlah soal seluruhnya adalah 110 soal dengan waktu pengerjaan 100 menit. Pembagiannya adalah 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP.
Dengan jumlah tersebut, peserta harus mampu menggabungkan penguasaan materi dan manajemen waktu.
Rata-rata waktu yang tersedia jika dibagi secara matematis adalah sekitar 54,5 detik per soal.
Namun, angka tersebut bukan berarti peserta harus menghabiskan waktu yang sama untuk setiap soal. Soal yang mudah dapat dikerjakan lebih cepat, sementara soal yang membutuhkan perhitungan atau analisis dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Karena itu, strategi pengerjaan menjadi bagian penting dalam SKD.
Bagaimana Sistem Penilaian TWK dan TIU?
TWK dan TIU memiliki mekanisme penilaian yang relatif sederhana.
Untuk kedua kelompok tes tersebut:
- jawaban benar memperoleh nilai 5;
- jawaban salah memperoleh nilai 0;
- soal yang tidak dijawab memperoleh nilai 0.
Artinya, nilai TWK dan TIU bergantung pada jumlah jawaban benar.
Sebagai contoh, apabila seorang peserta menjawab benar 20 dari 30 soal TWK, maka nilai TWK yang diperoleh adalah:
20 × 5 = 100
Nilai tersebut sudah berada di atas nilai ambang batas TWK sebesar 65.
Sementara itu, apabila peserta menjawab benar 15 soal TIU:
15 × 5 = 75
Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas TIU sebesar 80.
Untuk mencapai minimal 80 pada TIU, peserta perlu memperoleh setidaknya 16 jawaban benar karena:
16 × 5 = 80
Begitu pula pada TWK. Untuk mencapai nilai minimal 65, peserta perlu memperoleh sekurang-kurangnya 13 jawaban benar:
13 × 5 = 65
Perhitungan ini memberikan gambaran sederhana mengenai jumlah jawaban benar yang dibutuhkan untuk mencapai nilai ambang batas pada kedua kelompok tersebut.
Bagaimana dengan Penilaian TKP?
TKP memiliki sistem penilaian yang berbeda.
Pada TKP, setiap pilihan jawaban memiliki bobot nilai antara 1 sampai 5, sedangkan soal yang tidak dijawab mendapatkan nilai 0.
Karena itu, peserta tidak dapat menghitung kebutuhan nilai TKP hanya dengan membagi nilai ambang batas dengan 5 seperti pada TWK dan TIU.
Misalnya, dua peserta sama-sama mengerjakan 40 soal TKP.
Peserta pertama lebih banyak memilih jawaban dengan bobot 5, sedangkan peserta kedua lebih banyak memperoleh bobot 3 atau 4.
Jumlah soal yang dikerjakan memang sama, tetapi skor akhirnya dapat berbeda.
Inilah salah satu alasan mengapa pemahaman terhadap karakteristik soal TKP penting.
Materi yang Diujikan dalam SKD 2026
Passing grade perlu dilihat bersamaan dengan materi yang diujikan.
Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK
TWK digunakan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman peserta terkait wawasan kebangsaan.
Materinya mencakup antara lain:
- nasionalisme;
- integritas;
- bela negara;
- pilar negara; dan
- bahasa negara.
Dengan 30 soal dan nilai maksimal 150, peserta perlu memastikan pemahaman terhadap materi tersebut cukup kuat.
TWK juga tidak selalu berarti menghafalkan sebanyak mungkin informasi.
Peserta dapat menghadapi soal yang meminta penerapan suatu konsep dalam konteks tertentu. Karena itu, memahami konsep dasar dapat membantu ketika bentuk pertanyaan mengalami variasi.
Tes Intelegensia Umum atau TIU
TIU terdiri atas 35 soal dan memiliki nilai maksimal 175.
Materinya berkaitan dengan kemampuan:
- verbal;
- numerik; dan
- figural.
Pada bagian verbal, peserta dapat menghadapi soal analogi, silogisme, maupun penalaran analitis.
Pada bagian numerik, materi dapat berupa aritmetika, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita.
Sementara itu, kemampuan figural berkaitan dengan pola, analogi, perbedaan, maupun deret gambar.
TIU membutuhkan kombinasi antara pemahaman konsep dan kecepatan berpikir.
Tes Karakteristik Pribadi atau TKP
TKP terdiri atas 45 soal dengan nilai maksimal 225.
Materinya mencakup:
- pelayanan publik;
- jejaring kerja;
- sosial budaya;
- teknologi informasi dan komunikasi;
- profesionalisme; dan
- antiradikalisme.
Berbeda dari TWK dan TIU, peserta perlu memahami situasi dalam soal sebelum menentukan pilihan.
Karena setiap pilihan memiliki bobot berbeda, peserta sebaiknya tidak hanya menghafalkan jawaban dari soal latihan.
Ada Ketentuan Khusus untuk Peserta Afirmasi
Passing grade 65, 80, dan 156 berlaku untuk peserta jalur umum.
Pemerintah juga menetapkan ketentuan khusus bagi peserta yang memperoleh afirmasi kewilayahan.
Berdasarkan ketentuan 2026, peserta afirmasi tersebut memiliki:
- nilai TIU minimal 55;
- nilai kumulatif SKD minimal 281.
Untuk peserta afirmasi kewilayahan, tidak terdapat nilai ambang batas tersendiri untuk TWK dan TKP seperti yang berlaku pada jalur umum.
Namun, ketentuan afirmasi tidak berarti seluruh peserta dapat menggunakan batas tersebut. Penerapannya mengikuti kriteria wilayah dan ketentuan afirmasi yang ditetapkan dalam proses penerimaan.
Karena itu, peserta perlu memastikan status jalur pendaftarannya.
Jangan menggunakan nilai ambang batas afirmasi sebagai patokan apabila peserta sebenarnya terdaftar melalui jalur umum.
Passing Grade Bukan Ranking Kelulusan
Salah satu hal yang sering disalahpahami peserta adalah menganggap passing grade sebagai batas pasti untuk diterima di sekolah kedinasan.
Padahal, keduanya berbeda.
Passing grade adalah nilai ambang batas.
Sementara itu, kelulusan akhir merupakan hasil keseluruhan proses seleksi sesuai ketentuan masing-masing instansi.
Dengan kata lain, memenuhi passing grade berarti peserta memenuhi salah satu persyaratan nilai untuk dapat mengikuti atau dipertimbangkan dalam tahapan berikutnya, bukan otomatis menjadi peserta didik sekolah kedinasan.
BKN menjadwalkan pengumuman hasil SKD secara bertahap pada 1–13 Oktober 2026. Peserta yang memenuhi ketentuan kemudian mengikuti seleksi lanjutan sesuai instansi masing-masing.
Karena itu, peserta tidak seharusnya berhenti mempersiapkan diri setelah mengetahui nilainya memenuhi ambang batas.
Mengapa Nilai di Atas Passing Grade Tetap Penting?
Meskipun passing grade merupakan batas minimal, memperoleh nilai lebih tinggi dapat tetap menjadi bagian penting dalam proses seleksi karena jumlah peserta yang mengikuti seleksi dan kapasitas formasi berbeda-beda pada setiap sekolah kedinasan.
Pada 2026, pemerintah membuka 4.770 kebutuhan melalui jalur sekolah kedinasan pada sembilan kementerian/lembaga penyelenggara.
Sementara itu, BKN mencatat 103.647 peserta mengikuti SKD setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Pelaksanaan dilakukan di 36 titik lokasi ujian.
Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai ambang batas dan posisi peserta dalam keseluruhan proses seleksi merupakan dua hal yang berbeda.
Karena itu, peserta tetap perlu mengerjakan ujian dengan kemampuan terbaik meskipun secara matematis sudah memperkirakan dapat memenuhi passing grade.
Contoh Perhitungan Nilai SKD
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana.
Misalnya seorang peserta jalur umum mendapatkan:
TWK
22 jawaban benar:
22 × 5 = 110
TIU
25 jawaban benar:
25 × 5 = 125
TKP
Misalnya akumulasi bobot seluruh jawaban menghasilkan:
180
Maka nilai total peserta:
110 + 125 + 180 = 415
Jika dibandingkan dengan ambang batas jalur umum:
- TWK 110 > 65;
- TIU 125 > 80;
- TKP 180 > 156.
Peserta tersebut memenuhi ketiga nilai ambang batas.
Namun, sekali lagi, kondisi tersebut belum berarti otomatis diterima sebagai peserta didik sekolah kedinasan karena masih terdapat tahapan seleksi berikutnya.
Bagaimana Strategi Jika Nilai Salah Satu Tes Rendah?
Peserta yang masih menjalani rangkaian SKD dapat menggunakan nilai ambang batas sebagai alat evaluasi.
Misalnya hasil tryout menunjukkan:
- TWK: 95;
- TIU: 72;
- TKP: 185.
Dalam contoh tersebut, TKP dan TWK sudah berada di atas ambang batas, sedangkan TIU masih berada di bawah 80.
Maka waktu belajar tambahan dapat lebih banyak dialokasikan untuk TIU.
Sebaliknya, jika hasil latihan menunjukkan TIU dan TWK sudah relatif tinggi tetapi TKP masih berada di bawah ambang batas, peserta dapat memperbanyak latihan soal berbasis situasi dan mempelajari karakteristik penilaian TKP.
Dengan demikian, passing grade bukan hanya angka untuk diketahui, tetapi dapat digunakan sebagai alat evaluasi strategi belajar.
Jangan Mengabaikan Manajemen Waktu
Dengan 110 soal dalam 100 menit, peserta memiliki waktu yang terbatas.
Kesalahan dalam manajemen waktu dapat membuat peserta kehilangan kesempatan mengerjakan soal yang sebenarnya dapat dijawab.
Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah membagi soal menjadi:
- soal yang langsung diketahui jawabannya;
- soal yang membutuhkan perhitungan atau analisis; dan
- soal yang sangat sulit atau membutuhkan waktu panjang.
Kerjakan soal yang relatif mudah terlebih dahulu.
Jika menemukan soal yang terlalu menyita waktu, peserta dapat melanjutkan ke soal berikutnya sesuai mekanisme CAT dan kembali memeriksanya apabila waktu masih tersedia.
Tujuannya adalah memaksimalkan penggunaan 100 menit yang tersedia.
Hasil CAT Dapat Diketahui Secara Langsung
Pelaksanaan SKD 2026 menggunakan CAT BKN.
BKN menyatakan bahwa peserta dapat mengetahui hasil pengerjaan setelah menyelesaikan ujian, termasuk nilai dan urutan hasil seleksi. Mekanisme live score juga disediakan melalui kanal YouTube kantor BKN sesuai lokasi pelaksanaan.
Sistem tersebut memungkinkan peserta mengetahui hasil secara lebih cepat dibandingkan proses seleksi yang menggunakan pemeriksaan manual.
Pada pelaksanaan hari pertama di salah satu titik lokasi, misalnya, BKN juga menayangkan hasil peserta secara realtime melalui kanal YouTube Kantor Regional V BKN.
Karena itu, peserta dapat langsung melakukan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh.
Jangan Percaya Tawaran Jaminan Kelulusan
BKN juga mengingatkan peserta agar tidak mempercayai pihak yang mengklaim dapat membantu atau memengaruhi hasil seleksi.
Kepala BKN menyampaikan bahwa sistem CAT dirancang agar hasil pengerjaan peserta tidak dapat diintervensi dan dapat diketahui secara transparan.
Peserta sebaiknya tidak menyerahkan uang kepada pihak yang menjanjikan kelulusan.
Jika mendapatkan informasi mengenai seleksi, periksa kembali melalui kanal resmi BKN atau instansi penyelenggara sekolah kedinasan.
Jadwal SKD Sekolah Kedinasan 2026
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan BKN, rangkaian penting seleksi Sekolah Kedinasan 2026 adalah sebagai berikut:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pengumuman seleksi | 15–24 Agustus 2026 |
| Pendaftaran | 18–30 Agustus 2026 |
| Seleksi administrasi | 18 Agustus–1 September 2026 |
| Pengumuman administrasi | 2–3 September 2026 |
| Masa sanggah | 4–5 September 2026 |
| Jawaban sanggah | 4–6 September 2026 |
| Hasil pasca-sanggah | 7–8 September 2026 |
| Pelaksanaan SKD CAT BKN | 22 September–7 Oktober 2026 |
| Pengolahan hasil SKD | 27 September–10 Oktober 2026 |
| Pengumuman hasil SKD | 1–13 Oktober 2026 |
| Seleksi lanjutan | 11–28 Oktober 2026 |
| Pengumuman kelulusan akhir | 21 Oktober–1 November 2026 |
Jadwal tersebut merupakan jadwal nasional yang ditetapkan BKN untuk penerimaan peserta didik Sekolah Kedinasan 2026.
Karena pelaksanaan seleksi lanjutan dapat berbeda berdasarkan instansi, peserta perlu mengikuti pengumuman resmi sekolah kedinasan yang dipilih.
Kesimpulan
Passing grade SKD Sekolah Kedinasan 2026 menjadi salah satu angka penting yang perlu diketahui peserta.
Untuk jalur umum, nilai ambang batas yang ditetapkan adalah:
TWK: 65
TIU: 80
TKP: 156
Sementara peserta afirmasi kewilayahan memiliki ketentuan khusus berupa TIU minimal 55 dan nilai kumulatif minimal 281, sesuai persyaratan afirmasi yang berlaku.
SKD 2026 terdiri atas 110 soal dengan waktu pengerjaan 100 menit. TWK memiliki 30 soal, TIU 35 soal, dan TKP 45 soal, dengan nilai maksimal keseluruhan 550.
Peserta juga perlu memahami bahwa passing grade bukan jaminan kelulusan akhir. Nilai ambang batas merupakan salah satu persyaratan dalam proses seleksi, sedangkan peserta yang melanjutkan ke tahap berikutnya masih harus mengikuti mekanisme seleksi yang ditetapkan oleh masing-masing instansi.
Pada tahun 2026, sebanyak 103.647 peserta mengikuti SKD setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, sementara pemerintah menyediakan 4.770 kebutuhan melalui jalur sekolah kedinasan.
Karena itu, peserta yang masih mengikuti SKD sebaiknya tidak menjadikan passing grade sebagai satu-satunya target. Gunakan nilai ambang batas sebagai batas evaluasi minimum, tetapi tetap kerjakan ujian dengan kemampuan terbaik.
Dengan memahami sistem penilaian, mengetahui batas minimal masing-masing materi, mengatur waktu, serta mengikuti informasi resmi, peserta dapat menjalani SKD dengan persiapan yang lebih terarah.
Sumber: money.kompas.com
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
