Simulasi CAT – Berikut informasi seputar persiapan CPNS 2026.
Menjelang pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026, calon pelamar diimbau untuk mulai mempersiapkan diri sejak jauh hari. Persiapan tidak hanya difokuskan pada penguasaan materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), tetapi juga pada tahapan lanjutan yang kerap menjadi penentu kelulusan, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Salah satu bentuk SKB yang masih diterapkan oleh sejumlah instansi pemerintah adalah SKB Non-Computer Assisted Test (Non-CAT) berupa tes fisik atau tes kesamaptaan jasmani. Tahapan ini umumnya diperuntukkan bagi formasi yang memiliki tuntutan tugas lapangan, pengamanan, atau operasional dengan risiko tinggi, sehingga membutuhkan kesiapan fisik yang prima.
Bagi calon peserta CPNS 2026, memahami pola seleksi tahun-tahun sebelumnya menjadi langkah strategis agar tidak salah langkah. Meskipun pemerintah berpotensi melakukan penyesuaian kebijakan setiap periode rekrutmen, pengalaman seleksi CPNS 2024 dapat dijadikan gambaran awal mengenai jenis tes fisik yang kemungkinan besar tetap dipertahankan.
Berdasarkan rangkuman data seleksi CPNS 2024 yang dilansir dari akun Instagram edukasi CPNS @studicpns, terdapat sejumlah instansi yang secara konsisten menerapkan tes fisik sebagai bagian dari SKB Non-CAT. Pola ini menunjukkan bahwa kesiapan jasmani masih menjadi faktor krusial dalam proses rekrutmen ASN di instansi tertentu.
Tes Fisik dalam SKB Non-CAT: Bukan Sekadar Formalitas
Tes fisik dalam seleksi CPNS bukanlah formalitas semata. Setiap item tes dirancang untuk mengukur aspek tertentu dari kebugaran jasmani peserta, mulai dari daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, kelincahan, hingga koordinasi gerak. Hasil tes ini akan menjadi indikator apakah seorang calon ASN mampu menjalankan tugas sesuai tuntutan jabatan yang dilamar.
Dalam praktiknya, peserta yang memiliki nilai akademik tinggi pada SKD maupun SKB CAT tetap berpotensi gugur apabila tidak memenuhi standar minimal tes fisik. Oleh karena itu, calon pelamar CPNS 2026 perlu menyadari bahwa keberhasilan seleksi bukan hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga kesiapan fisik yang terukur.
Berikut ini adalah empat instansi pemerintah yang pada seleksi CPNS 2024 tercatat masih menerapkan tes fisik sebagai bagian dari SKB Non-CAT, beserta gambaran materi ujiannya.
1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dikenal sebagai salah satu instansi yang memiliki banyak formasi dengan karakter kerja lapangan. Beberapa jabatan strategis, seperti Polisi Kehutanan (Polhut) dan Manggala Agni, mensyaratkan kondisi fisik yang prima karena berkaitan langsung dengan pengamanan kawasan hutan, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, serta patroli di wilayah terpencil.
Pada seleksi CPNS 2024, peserta yang melamar formasi tersebut diwajibkan mengikuti serangkaian tes fisik dengan standar yang relatif ketat. Materi tes meliputi:
- Lari ketahanan selama 12 menit
- Pull up selama 1 menit
- Sit up selama 1 menit
- Push up selama 1 menit
- Shuttle run sejauh 3 x 10 meter
Setiap item tes memiliki bobot penilaian tersendiri dan harus memenuhi ambang batas minimal yang ditetapkan panitia. Tes lari 12 menit, misalnya, digunakan untuk mengukur daya tahan jantung dan paru-paru, sementara pull up, sit up, dan push up menilai kekuatan otot bagian atas dan inti tubuh. Adapun shuttle run bertujuan menguji kecepatan serta kelincahan peserta.
Tes fisik ini dirancang untuk memastikan bahwa calon Polhut dan Manggala Agni mampu menjalankan tugas berat di medan yang sulit, termasuk hutan lebat, daerah berbukit, dan lokasi dengan akses terbatas.
2. Badan Keamanan Laut (Bakamla)
Badan Keamanan Laut (Bakamla) juga menjadi instansi yang secara konsisten menerapkan tes fisik dalam seleksi CPNS, khususnya untuk formasi Anak Buah Kapal (ABK). Jabatan ini memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan Indonesia, sehingga menuntut kesiapan fisik dan mental yang tinggi.
Pada seleksi CPNS 2024, peserta formasi ABK Bakamla harus mengikuti tes fisik dengan materi yang cukup beragam, antara lain:
- Lari 12 menit
- Pull up selama 1 menit
- Push up selama 1 menit
- Sit up selama 1 menit
- Shuttle run 10 meter sebanyak 6 putaran
- Tes renang sejauh 50 meter
Tambahan tes renang menjadi ciri khas seleksi Bakamla, mengingat lingkungan kerja utama berada di laut dan perairan terbuka. Kemampuan berenang bukan hanya dinilai dari jarak tempuh, tetapi juga teknik, stamina, dan ketenangan peserta saat berada di air.
Tes-tes tersebut mencerminkan kebutuhan fisik yang tinggi dalam menjalankan tugas operasional, seperti patroli laut, penegakan hukum maritim, hingga operasi penyelamatan di kondisi darurat.
3. Badan Intelijen Negara (BIN)
Badan Intelijen Negara (BIN) termasuk instansi yang menerapkan standar tes fisik relatif seragam untuk hampir seluruh formasi. Hal ini sejalan dengan karakter tugas intelijen yang menuntut kesiapan fisik menyeluruh, baik untuk kegiatan pengumpulan informasi, pengamanan, maupun operasi lapangan lainnya.
Pada seleksi CPNS 2024, pola tes fisik BIN mencakup:
- Lari 12 menit
- Push up selama 1 menit
- Sit up selama 1 menit
- Pull up selama 1 menit
- Chinning selama 1 menit
- Shuttle run 10 meter x 6 putaran
Kombinasi pull up dan chinning bertujuan menguji kekuatan otot lengan dan bahu secara lebih spesifik. Tes ini menuntut teknik yang benar dan stamina yang cukup, sehingga peserta perlu berlatih secara rutin dan terarah.
Tes fisik BIN menekankan kebugaran jasmani secara komprehensif sebagai bekal kesiapan operasional. Peserta yang lolos tahapan ini diharapkan mampu menjalankan tugas dengan mobilitas tinggi serta ketahanan fisik yang baik dalam berbagai situasi.
4. Kejaksaan Republik Indonesia
Kejaksaan Republik Indonesia juga menerapkan tes fisik pada seleksi CPNS, khususnya untuk formasi tertentu yang berasal dari lulusan SMA atau sederajat. Salah satu contoh jabatan yang mensyaratkan tes fisik adalah Pengawal Tahanan.
Pada seleksi CPNS 2024, materi tes fisik untuk formasi tersebut meliputi:
- Lari 12 menit
- Push up selama 1 menit
- Sit up selama 1 menit
- Pull up selama 1 menit
- Chinning selama 1 menit
- Shuttle run 10 meter sebanyak 3 putaran
Jika dibandingkan dengan instansi lain, intensitas tes fisik Kejaksaan relatif lebih ringan. Namun demikian, peserta tetap dituntut memiliki daya tahan dan kekuatan fisik dasar yang memadai, mengingat tugas pengawalan tahanan membutuhkan kewaspadaan, stamina, dan kesiapsiagaan yang konsisten.
Pentingnya Persiapan Fisik Sejak Dini
Melihat pola seleksi tersebut, calon peserta CPNS 2026 yang mengincar instansi dengan SKB Non-CAT disarankan mulai melakukan persiapan fisik sejak dini. Latihan kebugaran sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terukur, mencakup latihan kardio, kekuatan otot, serta fleksibilitas.
Persiapan fisik yang matang tidak hanya meningkatkan peluang lolos seleksi, tetapi juga meminimalkan risiko cedera saat pelaksanaan tes. Selain itu, kondisi fisik yang prima akan membantu peserta tetap fokus dan percaya diri sepanjang rangkaian seleksi.
Kelengkapan Administrasi Tak Kalah Penting
Selain kesiapan fisik, aspek administrasi juga menjadi faktor krusial dalam seleksi CPNS. Mengacu pada pengalaman CPNS 2024, banyak peserta gugur bukan karena nilai tes rendah, melainkan akibat kelalaian dalam memenuhi persyaratan administrasi.
Dokumen yang umumnya wajib disiapkan antara lain:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Ijazah sesuai jenjang pendidikan
- Transkrip nilai asli
- Pas foto terbaru
- Surat lamaran
- Surat pernyataan sesuai format instansi
- Kartu Keluarga (KK)
Dokumen tersebut biasanya harus diunggah dalam bentuk hasil pindai (scan) dengan format dan ukuran file tertentu. Setiap instansi memiliki ketentuan teknis yang berbeda, sehingga peserta perlu mencermati pengumuman resmi dengan seksama.
Menyusun Strategi Menuju CPNS 2026
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, calon pelamar CPNS 2026 disarankan menyusun strategi persiapan yang seimbang antara akademik, fisik, dan administrasi. Mengandalkan satu aspek saja tidak cukup untuk menghadapi seleksi yang semakin kompetitif.
Meski kebijakan resmi CPNS 2026 belum diumumkan secara detail, belajar dari pola seleksi sebelumnya akan membantu peserta lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan. Dengan persiapan yang matang, terencana, dan berbasis informasi yang akurat, peluang untuk lolos seleksi CPNS 2026 dapat ditingkatkan secara signifikan.
Sumber: ceposonline.com
Jangan lupa untuk mengunjungi link-link berikut agar persiapan seleksi kalian lebih matang, ya!
